Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Polisi Periksa 23 Saksi Bongkar Kasus Tewasnya Brigadir Esco di Lombok

Screenshot_20250829-173501.jpg
Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Penyidik Ditreskrimum Polda NTB dan Satreskrim Polres Lombok Barat memeriksa 23 saksi untuk membongkar kasus tewasnya anggota Polres Lombok Barat, Brigadir Esco. Dari 23 saksi yang diperiksa termasuk istri korban yang merupakan seorang polisi wanita (Polwan).

"Yang sudah diperiksa 23 orang termasuk istri, dan pamannya yang menemukan pertama," kata Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat di Mataram, Jumat (29/8/2025).

1. Belum ada pelaku yang diamankan

Ilustrasi pembunuhan. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi pembunuhan. (IDN Times/Mardya Shakti)

Dia menjelaskan kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik masih mendalami keterangan dari para saksi yang sudah diperiksa.

Selain itu, penyidik telah meminta bantuan Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri untuk mengekstrak handphone (HP) korban.

"Mudah-mudahan itu ada titik terang, HP-nya tak bisa dibuka. Kita minta bantuan Bareskrim," terangnya.

2. Kerahkan anjing pelacak

ilustrasi anjing pelacak (unsplash.com/gary smith)
ilustrasi anjing pelacak (unsplash.com/gary smith)

Untuk mencari barang bukti, polisi mengerahkan anjing pelacak ke rumah korban. Dia menjelaskan penggunaan anjing pelacak dimaksudkan untuk mencari barang bukti atas kasus kematian Brigadir Esco.

Dari pemeriksaan 23 saksi, Syarif mengatakan belum ada terduga pelaku yang diamankan aparat kepolisian. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Belum ada yang diamankan, masih penyelidikan," tambahnya.

3. Dalami dugaan kasus pembunuhan

Ilustrasi pembunuhan (IDN Times)
Ilustrasi pembunuhan (IDN Times)

Berdasarkan hasil autopsi, korban diduga mengalami penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Apakah ini kasus pembunuhan berencana? Syarif mengatakan penyidik masih melakukan mendalami.

"Yang pasti kita akan maksimal untuk mengungkap ini. Karena ini menjadi atensi publik. Semoga apa yang kita lakukan bisa menjadi titik terang. Mohon waktu untuk kami bisa mengungkap ini. Tapi yakinlah kami akan maksimal Polres Lombok Barat dan Polda NTB bersinergi untuk mengungkap ini," terangnya.

Kasus tewasnya Brigadir Esco sempat menghebohkan masyarakat. Jenazah korban ditemukan warga dengan leher terikat tali pada sebatang pohon dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar pada Minggu (24/8/2025).

Penemuan jenazah korban berawal dari seorang warga setempat yang sedang mencari ayam peliharaannya di bukit belakang rumah pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 11.30 WITA. Saat menyisir area tersebut, warga menemukan sesosok mayat.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti di sekitar lokasi penemuan jenazah. Barang bukti tersebut antara lain satu buah kunci sepeda motor Honda Scoopy, sepasang sandal jepit berwarna putih, dan satu unit telepon genggam.

Hasil olah TKP menunjukkan bahwa korban ditemukan tak bernyawa dengan leher terikat tali pada batang pohon. Posisi tubuh korban berada di sekitar pohon di area dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us