Murid SD di Lombok Timur Jadi Korban Perundungan Teman Sekolahnya

Lombok Timur, IDN Times - Kasus perundungan di sekolah di Kabupaten Lombok Timur kembali terjadi. Korban berinisial MHA yang masih duduk di bangku SD. Korban mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh teman sekolahnya.
Kondisi korban sangat memperihatinkan, mengalami luka cukup parah hingga dirujuk ke RSUD dr. Raden Soedjono selong. Korban kini mendapatkan perawatan intensif di ruang bedah.
1. Diketahui orangtua setelah alami demam

Orangtua korban, Supriadi menuturkan korban baru diketahui mengalami perundungan setelah dibawa ke puskesmas. Hasil pemeriksaan medis menujukkan korban diduga mengalami patah tulang dan memar di sejumlah bagian tubuhnya. Korban awalnya demam pada Rabu(28/1/2026) dan orantua mengira hanya sakit biasa, tetapi setelah dua hari, demam ternyata semakin tinggi.
"Karena demam tinggi dan tidak bisa berjalan, saya bawa berobat ke Puskesmas, disana kemudian saya mengetahui anak saya mengalami luka memar, dan diduga patah tulang kaki, karena dugaan kekerasan," tutur Supriadi saat ditemui di RSUD Selong, Selasa (3/2/26).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tersebut, Supriadi kemudian bertanya pada korban dan mengetahui anaknya menjadi korban perundungan di sekolah.
"Berdasarkan pengakuan korban, ia dipukul dan ditendang oleh temannya di sekolah," ujarnya.
2. Dirujuk ke RSUD Selong

Luka yang dialami korban cukup serius, sebab tidak bisa ditangani oleh Puskesmas Batu Yang, Pringgabaya, hingga harus dirujuk ke RSUD dr. Raden Soedjono Selong. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis berupa Rontgen dan USG, korban mengalami luka cukup serius.
Kaki kiri korban didiagnosis mengalami arthritis genu, yaitu mengalami trauma pada lutut setelah mengalami kekerasan fisik. Selain itu korban mengalami selulitis yaitu infeksi jaringan lemak pada betis kiri. Korban juga mengalami sesak nafas dan sejumlah memar dibagian tubuh.
"Dugaan sementara mengalami patah tulang tertutup karena tidak ada luka robek, atau retak pada tulang dibagian lutut. Ada bengkak bagian lutut. Tapi ini masih belum dipastikan sebab masih harus pemeriksaan lanjutan," ujar petugas medis RSUD Selong.
3. Akan ditindaklanjuti Dikbud Lombok Timur

Menanggapi kasus dugaan Bully ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nurul Wathoni mengaku belum mengetahui dan menerima laporan adanya kasus perundungan ini. Ia menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini ke sekolah setempat.
"Segera nanti kami cek dulu, untuk kami tindak lanjuti,” pungkas Wathoni.


















