Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cegah Virus Nipah, Bandara Lombok Perketat Pengawasan Penumpang

Ilustrasi kedatangan penumpang di Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi kedatangan penumpang di Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat pengawasan penumpang dari luar negeri untuk mencegah masuknya virus Nipah. Humas PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Lombok Angga Maruli Anugrah menjelaskan sejak Januari 2026, sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dilakukan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah di Bandara Lombok.

"Peningkatan kewaspadaan melalui penggunaan thermal scanner yg berlokasi di terminal kedatangan domestik dan internasional guna mendeteksi suhu tubuh pelaku perjalanan yang tiba di BIZAM," kata Angga dikonfirmasi IDN Times, Selasa (3/2/2026).

1. Penumpang internasional diwajibkan mengisi riwayat perjalanan di aplikasi SATUSEHAT

Pesawat parkir di apron Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Pesawat parkir di apron Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, kata Angga, para penumpang dari penerbangan internasional diwajibkan untuk mengisi aplikasi All Indonesia-SATUSEHAT Health Pass. Tujuannya untuk mengetahui riwayat perjalanan penumpang tersebut.

Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Kekarantinaan Kesehatan (BKK) BIZAM guna mengantisipasi masuknya penyakit virus Nipah. Dia juga menghimbau para pengguna jasa penerbangan untuk segera melapor ke petugas bandara jika merasa kurang sehat.

"Guna dilakukan pemeriksaan oleh Badan Kekarantinaan Kesehatan yang selalu standby 24 jam di bandara," ujarnya.

2. Tingkatkan kewaspadaan untuk penumpang dari Singapura dan Malaysia

Ilustrasi penumpang di Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi penumpang di Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Peningkatan kewaspadaan masuknya virus Nipah dilakukan terutama bagi penumpang internasional. Saat ini, ada dua rute penerbangan internasional di Bandara Lombok, yaitu rute Singapura - Lombok dan Kuala Lumpur Malaysia -Lombok. Rata-rata pergerakan penumpang internasional yang tiba dan berangkat bulan Januari 2026 di BIZAM berkisar di angka 800-an orang setiap harinya.

"Pengetatan ini ada edaran dari Kementerian Kesehatan. Harapan kami semoga tidak ada kasus virus Nipah. Kita meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan pelaku perjalanan khususnya internasional. Karena ada dua rute penerbangan internasional dari Singapura dan Malaysia," terangnya.

3. Belum ada kasus virus Nipah di NTB

Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB dr. Lalu Hamzi Fikri memastikan bahwa hingga saat ini belum ada penyakit virus Nipah yang tercatat di Indonesia, termasuk NTB. Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, yaitu berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Meskipun belum ditemukan kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Untuk itu, kata Fikri, Pemprov NTB menetapkan prinsip tenang namun waspada, mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, namun pemerintah juga tetap meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan surveilans, deteksi dini, dan respons cepat apabila ditemukan kasus suspek.

Fikri menjelaskan, penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, baik hewan liar maupun domestik, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi melalui cairan tubuhnya, seperti droplet, urin, dan darah, serta kontak tidak langsung dengan benda atau makanan yang terkontaminasi virus.

Masa inkubasi penyakit ini umumnya berlangsung selama 4 hingga 14 hari, dengan gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri tenggorokan. Pada kondisi tertentu, gejala dapat berkembang menjadi pusing, mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, serta munculnya tanda-tanda gangguan neurologis yang mengarah pada ensefalitis akut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

8 Gubernur Kompak Dorong Percepatan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

03 Feb 2026, 21:19 WIBNews