Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyelundupan Thrifting di NTT Terbongkar, 157 Ballpress Disita
Ditreskrimsus bongkar jaringan penyelundupan thrifting ilegal. (Dok Polda NTT)
  • Polda NTT menggagalkan penyelundupan 157 ballpress pakaian bekas impor dari Timor Leste di perbatasan Belu setelah operasi sejak awal Maret 2026.
  • Barang bukti disita dari beberapa lokasi, termasuk Kupang dan Belu, serta satu mobil Fortuner milik warga berinisial VBL yang diduga pemilik barang.
  • Kapolda NTT menegaskan pengawasan ketat di wilayah perbatasan untuk mencegah masuknya barang ilegal yang bisa merugikan ekonomi lokal dan mengganggu keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polda Nusa Tenggara Timur menggagalkan penyelundupan pakaian bekas impor ilegal dari Timor Leste dan menyita 157 ballpress dalam operasi di wilayah perbatasan Indonesia.
  • Who?
    Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT dipimpin Kasubdit I Indag, dengan konfirmasi dari Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan; barang diduga milik warga berinisial VBL.
  • Where?
    Penindakan dilakukan di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, serta sebelumnya di Kota Kupang dan Kupang Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Operasi berlangsung pada Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 14.00 WITA, setelah pengembangan kasus yang dimulai sejak awal Maret 2026.
  • Why?
    Tindakan dilakukan untuk mencegah masuknya barang ilegal yang dapat merugikan industri dalam negeri, membahayakan kesehatan masyarakat, dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah perbatasan.
  • How?
    Penyidik melakukan operasi lapangan berdasarkan pengembangan laporan polisi sebelumnya, menyita ratusan ballpress dari beberapa lokasi dan satu mobil Toyota Fortuner sebagai barang bukti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polisi di Nusa Tenggara Timur menemukan banyak baju bekas dari luar negeri yang diselundupkan lewat perbatasan. Mereka ambil 157 karung besar baju itu dan juga satu mobil. Barangnya katanya punya orang bernama VBL. Sekarang polisi masih tanya-tanya orang dan cari tahu lebih dalam supaya kasusnya bisa selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggagalkan penyelundupan barang bekas import (thrifting) ilegal dari Timor Leste di wilayah perbatasan dengan Indonesia.

Penindakan ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT di wilayah Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Operasi pada pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.00 WITA ini berhasil menyita 157 ballpress pakaian bekas impor.

1. Operasi sejak Maret

Ditreskrimsus bongkar jaringan penyelundupan thrifting ilegal. (Dok Polda NTT)

Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan membenarkan penyitaan ini. Ia menyebut operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda NTT bersama timnya.

Operasi ini bermula dari pengembangan kasus yang telah ditangani pihaknya sejak awal Maret 2026 yang berawal dari Kota Kupang hingga Belu hingga 157 ballpress.

"Kasus ini merupakan rangkaian pengembangan dari laporan polisi yang telah kami tindaklanjuti sebelumnya. Dari beberapa lokasi yang berbeda, total barang bukti yang berhasil kami sita mencapai 157 ballpress pakaian bekas impor,” ungkapnya.

2. Penyitaan dari beberapa tempat berbeda

Ditreskrimsus bongkar jaringan penyelundupan thrifting ilegal. (Dok Polda NTT)

Ia merinci, pada penindakan awal di wilayah Kota Kupang, tim menyita 135 ballpress, kemudian pengembangan kedua di wilayah Kupang Barat sebanyak 12 ballpress, dan terbaru di Kabupaten Belu sebanyak 10 ballpress.

"10 ballpress pakaian bekas impor ini diamankan serta satu unit mobil Toyota Fortuner Barang bukti tersebut diduga milik seorang warga berinisial VBL yang berperan sebagai pemilik barang," tukasnya.

Menurutnya, praktik penyelundupan pakaian bekas impor ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merugikan industri dalam negeri serta membahayakan kesehatan masyarakat karena tidak terjamin kebersihannya.

“Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap segala bentuk aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat dan negara, termasuk penyelundupan barang bekas impor ini,” tegasnya.

3. Pengawasan daerah perbatasan

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Candra. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengapresiasi kinerja jajaran Ditreskrimsus. Pengungkapan kasus ini bagian dari pengawasan ketat di wilayah perbatasan agar tak mempengaruhi ekonomi masyarakat.

"Guna mencegah masuknya barang-barang ilegal yang dapat merusak perekonomian lokal serta mengganggu stabilitas keamanan," tukasnya.

Saat ini, kata dia, penyidik terus mendalami kasus ini dengan pemeriksaan saksi-saksi, koordinasi dengan instansi terkait, serta melengkapi berkas perkara guna proses hukum lebih lanjut.

Editorial Team