Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penyeberangan Feri Normal, Fastboat Lombok-Bali Ditutup Sementara

Pelabuhan Lembar Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Pelabuhan Lembar Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya sih...
  • Penumpang Fastboat ke Bali lewat penyeberangan kapal feri
  • Penutupan sementara penyeberangan Fastboat Lombok-Bali sampai kondisi cuaca membaik
  • Operator kapal penyeberangan diingatkan perhatikan aspek keselamatan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Aktivitas kapal penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, masih berjalan normal meski adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, aktivitas penyeberangan Fastboat atau kapal cepat rute Lombok-Bali ditutup sementara sampai kondisi cuaca membaik.

Koordinator Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Lembar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB, Koda Pahlianus Nelson Dallo menyatakan pelayanan penyeberangan lintas Lembar-Padangbai Bali tetap beroperasi normal pada hari ini.

"Sekarang kapal penyeberangan Feri masih beroperasi. Aktivitas penyeberangan Lembar masih normal. Belum ada penundaan keberangkatan kapal penyeberangan di Pelabuhan Lembar," kata Nelson dikonfirmasi IDN Times, Rabu (21/1/2026).

1. Penumpang Fastboat ke Bali lewat penyeberangan kapal feri

IMG-20260103-WA0006.jpg
Kapal penyeberangan sandar di Pelabuhan Lembar Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menjelaskan pada hari ini, banyak penumpang Fastboat yang beralih menggunakan kapal penyeberangan feri Lembar-Padangbai Bali. Karena penyeberangan Fastboat dari Pelabuhan Bangsal Lombok Utara, Gili Trawangan, Meno dan Air serta Senggigi ditutup sementara akibat cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi di perairan Selat Lombok.

"Jadi penumpang fastboat lewat penyeberangan kapal feri di Pelabuhan Lembar. Karena kapal cepat yang tidak beroperasi. Tadi pagi penumpang yang tadinya lewat kapal cepat dia lewat sini penyeberangan ASDP," jelasnya.

2. Penutupan sementara penyeberangan Fastboat Lombok-Bali sampai kondisi cuaca membaik

Wisatawan naik kapal cepat di Pelabuhan Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Wisatawan naik kapal cepat di Pelabuhan Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Berdasarkan surat yang diterima, penutupan sementara penyeberangan fastboat Lombok-Bali sampai waktu tak ditentukan. Artinya, penutupan sementara penyeberangan kapal cepat yang menghubungkan Lombok dan Bali dibuka kembali setelah kondisi cuaca kembali membaik.

Akibat adanya cuaca buruk, kata Nelson, tidak ada penumpukan penumpang di Pelabuhan Lembar meski ada penumpang fastboat yang beralih menggunakan penyeberangan kapal feri. Malah, kata dia, jumlah kendaraan yang menyeberang agak sepi.

Apalagi, pada Selasa malam (20/1/2026), aktivitas penyeberangan kapal feri lintas Pelabuhan Kayangan Lombok Timur menuju Pelabuhan Pototano Sumbawa Barat sempat ditutup sementara. Sehingga, berdampak terhadap sepinya kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Lembar Lombok Barat.

3. Operator kapal penyeberangan diingatkan perhatikan aspek keselamatan

Salah satu kapal cepat yang mengangkut wisatawan dari Bali menuju Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Salah satu kapal cepat yang mengangkut wisatawan dari Bali menuju Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Meski aktivitas penyeberangan kapal penyeberangan lintas Lembar-Padangbai tetap beroperasi normal, pihaknya mengingatkan operator kapal agar memperhatikan aspek keselamatan. Mulai dari batas muat kapal, jumlah penumpang hingga memperhatikan kondisi cuaca terkini.

"Kepada operator, pemuatan di atas kapal harus diperhatikan. Terus jumlah penumpang yang naik di atas kapal juga harus diperhatikan. Sama kondisi cuaca juga selalu diperhatikan sebelum kapal berangkat," tandasnya.

BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB. Prediksi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB berlaku mulai Rabu (21/1/2026) pukul 08.00 WITA hingga Kamis (22/1/2026) pukul 08.00 WITA.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok Annisa Fauziah mengatakan tinggi gelombang laut di wilayah perairan NTB mulai dari 1,25 meter hingga 6 meter. Gelombang laut kategori sangat tinggi berpotensi terjadi di wilayah perairan Samudera Hindia Selatan NTB yang mencapai 4 hingga 6 meter.

Dia merincikan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB yang didominasi gelombang laut kategori tinggi. Untuk wilayah perairan Samudera Hindia Selatan NTB dengan kategori sangat tinggi, dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 4 hingga 6 meter. Kemudian lima wilayah perairan NTB dengan tinggi gelombang kategori tinggi, yakni gelombang laut mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Lima wilayah perairan itu antara lain Selat Lombok bagian Utara, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Utara Sumbawa, dan Selat Sape bagian Selatan. Sedangkan tinggi gelombang laut kategori sedang, yaitu mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Selat Alas bagian Utara dan Selat Sape bagian Utara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News NTB

See More

Bupati Lombok Timur Gandeng Kejari Kawal Program Bansos Rp30 Miliar

21 Jan 2026, 18:00 WIBNews