Kota Bima, IDN Times- Rencana penghapusan tenaga honorer yang diganti dengan tenaga outsourcing 2023 mendatang tidak hanya momok bagi tenaga honorer. Jajaran Pemerintahan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pun kini mulai khawatir soal keberlangsungan roda pemerintahan.
Kekhawatiran itu lantaran selama ini disadari tidak sedikit tugas penting yang dikerjakan dengan melibatkan para honorer. Sehingga pelayanan nanti dikhawatirkan akan bermasalah jika mereka tiba-tiba dikeluarkan pada tahun 2023 mendatang.
"Harus kita akui, kekhawatiran itu ada. Bahkan roda layanan pemerintahan akan pincang kalau honorer tidak ada," jelas Kepala (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bima, Drs Abdul Wahid.
