Mataram, IDN Times - Pengusaha perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB) merasa cemas atas kebijakan Pemerintah Pusat yang memangkas anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen dari sisa anggaran tahun 2024. Kebijakan ini dikhawatirkan akan berdampak signifikan pada industri perhotelan di NTB, terutama yang mengandalkan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB, Lalu Kusnawan, menyebutkan bahwa sekitar 50 persen hotel di NTB sangat bergantung pada kegiatan MICE. Pemangkasan tersebut diperkirakan akan memengaruhi operasional hotel dan kunjungan wisatawan.
“Sebanyak 50 persen hotel di NTB bergantung pada kegiatan MICE. Ini akan berpengaruh terhadap operasional hotel. Ada 78 anggota IHGMA di NTB, dengan rata-rata satu hotel mempekerjakan 200 orang,” ungkap Kusnawan di Mataram, Jumat (15/11/2024).
