Sumbawa, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo menyoroti kepentingan menjaga keseimbangan harga jagung di berbagai level, mulai dari petani hingga pedagang dan peternak. Ini merupakan respons terhadap fluktuasi harga jagung yang sering tidak stabil, terutama saat musim panen besar.
Jokowi menekankan bahwa saat panen besar jagung, seperti yang terjadi di Sumbawa dan daerah lainnya seperti Dompu dan Gorontalo, terjadi penurunan harga karena pasokan yang berlebihan. Hal ini menunjukkan perlunya koordinasi antara pemerintah, petani, pedagang, dan peternak untuk menjaga stabilitas harga jagung agar tidak merugikan petani.
Upaya untuk menjaga keseimbangan harga jagung tidak hanya penting untuk mendukung kesejahteraan petani, tetapi juga untuk menjaga kestabilan pasokan pangan nasional. Jokowi dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung panen raya jagung di Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memantau dan merespons kondisi pertanian secara langsung.
