ilustrasi ekstrak vanili (unsplash.com/sidath vimukthi)
Gita menginginkan ke depan, harus mempertahankan apa yang ia sebut sebagai 3K. Maksudnya, bagaimana komoditi tersebut harus memperhatikan kualitas, kuantitas dan kontinuitas.
Gita meminta para petani harus lebih banyak menjaga ketentuan-ketentuan standar vanili organik yang jauh dari kandungan pestisida. Dengan mensyaratkan hal ini, vanili organik asal NTB tentu kedepan potensi pasarnya akan semakin terbuka seiring dengan kian meningkatnya kesadaran konsumen untuk bisa mengonsumsi makanan-makanan organik menyehatkan.
Vanili organik berkualitas sesungguhnya tanpa terkontaminasi oleh zat-zat kimia dalam proses produksinya dan tentu tidak mengandung unsur-unsur pestisida.
"Petani harus tetap menunjukkan komitmennya untuk bagaimana menjaga standar kualitasnya supaya tidak diblacklist pasar ekspor. Karena pasar ekspor menghendaki makanan-makanan organik yang menyehatkan," jelasnya.
Dari beberapa kali ekspor serupa dari tahun ke tahun, volume ekspor vanili NTB terus mengalami peningkatan. Pada 2024 ini, NTB sudah bisa mengirim 5-6 ton vanili.
Peningkatan ini diharapkan akan terus meningkat di tahun-tahun yang akan datang. Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan hasil kerja selama ini cukup baik dan memberikan progres yang sesuai harapan.
Untuk itu, dia berharap kepada eksportir dan Balai Karantina agar meningkatkan capaian atau volume ekspor dari sekarang 6 ton bisa menjadi 7 hingga 8 ton. Dengan adanya peningkatan hasil produksi yang berkualitas tersebut tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Saya minta kepada Kepala Dinas Pertanian untuk selalu mendorong para petani kita melakukan berbagai diversifikasi usaha tani termasuk vanili ini agar lebih diperluas karena potensinya secara ekonomi sangat menguntungkan dan tentu akan memberikan kesejahteran bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, diminta terus-menerus mengajak dan mengedukasi petani untuk bisa mencontoh semangat yang dilakukan oleh eksportir NTB untuk menanam komiditi pertanian dan perkebunan yang bisa meningkatkan ekonomi para petani seperti halnya vanili dengan tetap menjaga kualitas produksi.