Mataram, IDN Times - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sedang menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang berdampak pada krisis air bersih di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB hingga 31 Agustus 2026, bencana kekeringan melanda 64 kecamatan, 246 desa dan berdampak terhadap 233.873 Kepala Keluarga (KK) atau 878.407 jiwa.
Seluruh wilayah di NTB saat ini telah berada pada periode musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino. Untuk mengatasi krisis air bersih, Pemprov NTB menyiapkan 500 ribu liter atau setengah juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
"Provinsi menyiapkan 100 tangki air bersih dengan anggaran Rp35 juta. Seratus tangki itu masing-masing 5.000 liter per tangki," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin dikonfirmasi di Mataram, Rabu (2/9/2026).
