Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
NTB Dihantam 123 Bencana dalam 6 Bulan, 547 Rumah Warga Rusak
Rumah warga Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram yang rusak parah dihantam gelombang tinggi, Rabu malam (21/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat sebanyak 123 kejadian bencana menghantam provinsi Nusa Tenggara Barat dalam enam bulan atau periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Sebagian besar bencana yang menghantam wilayah NTB adalah banjir dan cuaca ekstrem.

Akibat bencana tersebut, sebanyak 121.477 jiwa terkena dampak dan merusak sebanyak 547 rumah warga baik kategori ringan, sedang dan berat. Bencana juga merusak ribuan hektare sawah dan ratusan hektare kawasan hutan terbakar.

1. Bencana banjir mendominasi

Rumah warga yang hanyut akibat banjir di Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (13/1/2026) malam. (dok. Istimewa)

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Sabtu (4/7/2026) menjelaskan dari 123 kejadian bencana pada periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, didominasi bencana banjir. Pihaknya mencatat sebanyak 66 kejadian bencana banjir di NTB dalam enam bulan terakhir.

Kemudian, bencana yang sering terjadi adalah cuaca ekstrem sebanyak 39 kejadian, tanah longsor 13 kejadian, dan bencana kekeringan di 5 kabupaten/kota. Selain itu, bencana gelombang pasang atau abrasi sebanyak 3 kejadian, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 2 kejadian.

2. Bima paling banyak dihantam bencana

Rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Dompu. (dok. BPBD NTB)

Berdasarkan sebaran wilayah, bencana tersebut paling banyak terjadi di Kabupaten Bima. BPBD NTB mencatat total bencana yang terjadi di Kabupaten Bima sejak Januari hingga Juni 2026 sebanyak 38 kejadian. Bencana yang terjadi didominasi banjir sebanyak 29 kejadian, cuaca ekstrem 5 kejadian, tanah longsor 2 kejadian, gelombang pasang 1 kejadian dan kekeringan.

Berikutnya, bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 22 kejadian. Dengan rincian bencana banjir 9 kejadian, tanah longsor 4 kejadian, cuaca ekstrem 7 kejadian, gelombang pasang 1 kejadian dan kekeringan.

Kemudian Lombok Tengah sebanyak 18 kejadian bencana hingga pertengahan 2026. Bencana yang terjadi berupa banjir 7 kejadian, tanah longsor 3 kejadian, dan cuaca ekstrem 8 kejadian. Di Kabupaten Sumbawa tercatat sebanyak 11 kejadian bencana. Antara lain, banjir 8 kejadian dan cuaca ekstrem 3 kejadian.

Selanjutnya, Kabupaten Lombok Utara sebanyak 9 kejadian bencana. Tercatat ada 1 kejadian banjir, 2 tanah longsor, dan 6 cuaca ekstrem. Kabupaten Lombok Timur sebanyak 9 kejadian bencana. Terdiri dari 4 kejadian banjir, 1 tanah longsor, 2 cuaca ekstrem, dan 2 karhutla.

Kabupaten Dompu sebanyak 9 kejadian bencana, tercatat 3 kejadian banjir, 5 cuaca ekstrem, dan 1 kekeringan. Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 5 kejadian bencana, terdiri dari 3 kejadian banjir, 1 cuaca ekstrem, dan 1 kekeringan.

Selain itu, Kota Mataram sebanyak 4 kejadian bencana, terdiri dari 1 kejadian banjir, 2 cuaca ekstrem, dan 1 gelombang pasang. Serta Kota Bima sebanyak 3 kejadian bencana terdiri dari 1 kejadian banjir, 1 tanah longsor, dan 1 cuaca ekstrem.

3. Sebanyak 121.477 jiwa terdampak dan ratusan rumah warga rusak

Jalan rusak akibat banjir di Kabupaten Bima. (dok. BPBD NTB)

Dari 123 kejadian bencana di NTB, sebanyak 121.477 jiwa yang terdampak. Dimana, tercatat 6 orang meninggal dunia dan 14 orang luka-luka. Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan 547 rumah warga mengalami kerusakan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 rumah mengalami rusak berat, 61 rumah rusak sedang, dan 457 rumah rusak ringan. Selain kerusakan fisik, terdapat 21.739 rumah yang terendam banjir. Kerusakan juga menimpa 36 fasilitas pendidikan, 6 perkantoran, 5 fasilitas kesehatan, 3 fasilitas peribadatan, dan 1 pasar.

Selain itu, kerusakan infrastruktur meliputi 12 jembatan, jalan sepanjang 5.756 meter, tanggul sepanjang 18 meter, 14 jaringan komunikasi, serta 700 meter jaringan air bersih. BPBD NTB juga mencatat kerusakan 1.411 hektare sawah, 218 hektare hutan, 60 hektare tambak dan 18 unit pertokoan atau warung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article