Rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Dompu. (dok. BPBD NTB)
Berdasarkan sebaran wilayah, bencana tersebut paling banyak terjadi di Kabupaten Bima. BPBD NTB mencatat total bencana yang terjadi di Kabupaten Bima sejak Januari hingga Juni 2026 sebanyak 38 kejadian. Bencana yang terjadi didominasi banjir sebanyak 29 kejadian, cuaca ekstrem 5 kejadian, tanah longsor 2 kejadian, gelombang pasang 1 kejadian dan kekeringan.
Berikutnya, bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 22 kejadian. Dengan rincian bencana banjir 9 kejadian, tanah longsor 4 kejadian, cuaca ekstrem 7 kejadian, gelombang pasang 1 kejadian dan kekeringan.
Kemudian Lombok Tengah sebanyak 18 kejadian bencana hingga pertengahan 2026. Bencana yang terjadi berupa banjir 7 kejadian, tanah longsor 3 kejadian, dan cuaca ekstrem 8 kejadian. Di Kabupaten Sumbawa tercatat sebanyak 11 kejadian bencana. Antara lain, banjir 8 kejadian dan cuaca ekstrem 3 kejadian.
Selanjutnya, Kabupaten Lombok Utara sebanyak 9 kejadian bencana. Tercatat ada 1 kejadian banjir, 2 tanah longsor, dan 6 cuaca ekstrem. Kabupaten Lombok Timur sebanyak 9 kejadian bencana. Terdiri dari 4 kejadian banjir, 1 tanah longsor, 2 cuaca ekstrem, dan 2 karhutla.
Kabupaten Dompu sebanyak 9 kejadian bencana, tercatat 3 kejadian banjir, 5 cuaca ekstrem, dan 1 kekeringan. Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 5 kejadian bencana, terdiri dari 3 kejadian banjir, 1 cuaca ekstrem, dan 1 kekeringan.
Selain itu, Kota Mataram sebanyak 4 kejadian bencana, terdiri dari 1 kejadian banjir, 2 cuaca ekstrem, dan 1 gelombang pasang. Serta Kota Bima sebanyak 3 kejadian bencana terdiri dari 1 kejadian banjir, 1 tanah longsor, dan 1 cuaca ekstrem.