Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menkes Cek RSUD Kota Bima, Percepat Pusat Rujukan di Wilayah Timur NTB
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengecek progres pembangunan RSUD Kota Bima yang akan dijadikan pusat rujukan di wilayah timur NTB. (dok. Istimewa)
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau RSUD Kota Bima untuk memastikan pembangunan, alat kesehatan, dan SDM sesuai standar dalam percepatan peningkatan rumah sakit menjadi pusat rujukan wilayah timur NTB.
  • Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan di Pulau Sumbawa agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rumah sakit di Mataram untuk penanganan penyakit serius seperti jantung dan kanker.
  • Peningkatan kelas RSUD Kota Bima dan RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir diharapkan membentuk sistem rujukan regional yang lebih mandiri, efisien, serta merata bagi warga NTB bagian timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Permenkes Nomor 3 Tahun 2020

Pemerintah menetapkan klasifikasi dan perizinan rumah sakit melalui Permenkes Nomor 3 Tahun 2020 yang menjadi dasar peningkatan kelas RSUD di NTB.

masa kampanye

Pasangan Iqbal–Dinda berjanji menghadirkan keadilan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Sumbawa, termasuk memperkuat rumah sakit rujukan di wilayah tersebut.

27 Februari 2026

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau RSUD Kota Bima bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk mempercepat penguatan rumah sakit itu sebagai pusat rujukan wilayah timur NTB.

kini

Pulau Sumbawa memiliki fondasi sistem rujukan regional yang lebih kuat dan mandiri setelah penguatan RSUD Kota Bima dan peningkatan kelas RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Kesehatan meninjau RSUD Kota Bima untuk mempercepat proses peningkatan rumah sakit tersebut menjadi pusat rujukan wilayah timur Nusa Tenggara Barat.
  • Who?
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melakukan peninjauan langsung ke RSUD Kota Bima.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di RSUD Kota Bima, yang berlokasi di wilayah timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau Sumbawa.
  • When?
    Kunjungan dilakukan pada Jumat, 27 Februari 2026, sebagai bagian dari agenda kerja pemerintah pusat dan daerah.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan fisik, pengadaan alat kesehatan, dan pemenuhan tenaga medis berjalan sesuai standar serta target peningkatan kelas rumah sakit.
  • How?
    Menkes melakukan verifikasi lapangan bersama pemerintah daerah dengan meninjau progres pembangunan dan kesiapan layanan guna memperkuat sistem rujukan kesehatan di Pulau Sumbawa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bima, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turun mengecek RSUD Kota Bima untuk percepatan menjadi pusat rujukan di wilayah timur Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). Didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Menkes meninjau progres pembangunan serta kesiapan layanan di RSUD Kota Bima.

Kunjungan ini dalam rangka memastikan bahwa proses pembangunan fisik, pengadaan alat kesehatan, serta pemenuhan sumber daya manusia berjalan sesuai standar dan target peningkatan kelas rumah sakit. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen mempercepat penguatan RSUD Kota Bima sebagai pusat rujukan wilayah timur NTB.

Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan strategis peningkatan akses dan kualitas pelayanan rujukan di Pulau Sumbawa, yang mencakup peningkatan kelas RSUD Kota Bima menjadi Tipe C serta peningkatan kelas RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa menjadi Tipe B, sesuai Permenkes Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

1. Memastikan pembangunan RSUD Kota Bima sesuai standar

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengecek progres pembangunan RSUD Kota Bima yang akan dijadikan pusat rujukan di wilayah timur NTB. (dok. Istimewa)

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kunjungannya ke Kota Bima dilakukan untuk memastikan secara langsung pelaksanaan pembangunan fisik RSUD Kota Bima berjalan sesuai dengan laporan yang diterima. Dia menegaskan pentingnya verifikasi lapangan agar pembangunan RSUD Kota Bima benar-benar memenuhi standar dan dapat berfungsi optimal.

Dengan penguatan sarana, peralatan medis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, diharapkan masyarakat Pulau Sumbawa, khususnya Dompu dan Bima, tidak lagi harus dirujuk ke Mataram untuk mendapatkan layanan spesialistik.

Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dukungan pemerintah pusat sejalan dengan langkah Pemprov NTB dalam menata dan meningkatkan kapasitas rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa. Termasuk penguatan RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir sebagai bagian dari sistem rujukan regional yang lebih kuat dan merata.

2. Kasus penyakit jantung masih banyak dirujuk ke Pulau Lombok

Gedung IGD Terpadu RSUD NTB di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Iqbal mengatakan pada masa kampanye, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal - Indah Dhamayanti Putri alias Iqbal–Dinda berjanji menghadirkan keadilan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Komitmen tersebut kini diterjemahkan dalam kebijakan memperkuat rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa agar masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada layanan di Mataram.

Selama ini, kasus jantung intervensi, kemoterapi kanker, hemodialisis, hingga pemeriksaan patologi anatomi masih banyak dirujuk ke Lombok. Konsekuensinya adalah antrean panjang, biaya tambahan, serta risiko keterlambatan penanganan medis. Dalam konteks inilah, penguatan RSUD Kota Bima menjadi langkah korektif atas ketimpangan layanan kesehatan regional.

Secara struktural, NTB menghadapi beban penyakit yang tinggi. Penyebab utama kematian prematur adalah kanker, stroke, dan tuberkulosis, sementara penyakit tidak menular dan stunting mendominasi beban disabilitas.

Dengan jumlah penduduk mencapai 5,66 juta jiwa, NTB menghadapi beban penyakit yang signifikan. Berdasarkan data kesehatan provinsi, kanker menyumbang 83–192 ribu DALY per tahun, Stroke 80–118 ribu DALY, Tuberkulosis 72–140 ribu DALY, Stunting sekitar 131 ribu DALY dan penyakit jantung 40–69 ribu DALY.

3. Sistem rujukan regional yang kuat di Pulau Sumbawa

Ilustrasi pasien di RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menambahkan bahwa dengan penguatan RSUD Kota Bima dan peningkatan kelas RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir menjadi Tipe B, Pulau Sumbawa diharapkan memiliki sistem rujukan regional yang lebih mandiri dan efisien. Penguatan RSUD Kota Bima sebagai pusat rujukan wilayah timur NTB adalah kebijakan pelayanan kesehatan tidak boleh terkonsentrasi di satu pulau namun harus memastikan akses yang setara bagi seluruh warga, termasuk di wilayah timur NTB.

Dikatakan, dengan peningkatan kelas RSUD Kota Bima dan RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir, Pulau Sumbawa kini memiliki fondasi sistem rujukan regional yang lebih kuat dan mandiri.

Langkah ini, kata dia, mungkin belum menyelesaikan seluruh tantangan, tetapi arah kebijakannya sudah jelas yaitu mendekatkan layanan, mempercepat penanganan, dan menghadirkan keadilan kesehatan bagi masyarakat Pulau Sumbawa.

Editorial Team