Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Memanjakan Turis, Seaplane Lombok Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Uji coba seaplane di Pantai Mertasari (Dok.IDN Times/Istimewa)

Mataram, IDN Times - Pembangunan hanggar dan fasilitas penunjang seaplane atau pesawat amfibi di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, terus dipercepat. Investor PT Anugerah Abadi Angkutan Nusantara atau Aman Air menjadikan Bendungan Batujai sebagai hub seaplane di NTB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Ervan Anwar mengatakan saat ini Aman Air masih mengurus berbagai perizinan yang dibutuhkan. Proyek seaplane itu ditargetkan beroperasi pada Agustus mendatang.

"Targetnya akhir tahun tapi mudah-mudahan 17 Agustus bisa beroperasi. Kita mensupport dari sisi percepatan saja," kata Ervan di Mataram, Selasa (30/6/2026).

1. Banyak perizinan yang diurus investor

Kepala Dishub NTB Ervan Anwar. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ervan menjelaskan banyak jenis perizinan yang diurus investor untuk pembangunan hub seaplane di Bendungan Batujai Lombok Tengah. Di antaranya, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (RKPPL) hingga izin rute seaplane.

Dia mengatakan investor tidak saja mengurus perizinan di NTB tetapi juga Bali. "Izin rute juga sedang berproses, simultan mereka urus. Perizinan juga bertahap, ndak ada yang ribet, karena banyak yang diurus," terangnya.

2. Permudah turis menuju destinasi wisata premium di NTB

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Gili Trawangan Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ervan mengungkapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung kehadiran seaplane di NTB. Menurutnya, kehadiran seaplane merupakan salah satu inovasi dalam mendukung sektor pariwisata di NTB.

Dengan adanya seaplane, maka akan mempermudah akses Wisatawan dari Bali menuju destinasi wisata premium di Lombok dan Sumbawa. PT Aman Air menjadikan Bendungan Batujai sebagai hub seaplane di NTB.

Dari Bendungan Batujai, pesawat amfibi akan melayani penumpang atau wisatawan menuju kawasan Gili Trawangan, Lombok Utara. Kemudian kawasan Kuta Mandalika, Lombok Tengah.

Selain itu juga menuju kawasan Gili Balu' di Kabupaten Sumbawa Barat. Selanjutnya, menuju kawasan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, kawasan wisata hiu paus di Teluk Saleh Kabupaten Sumbawa dan Pulau Satonda di Kabupaten Dompu.

3. Alternatif transportasi bagi turis

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB Lalu Moh. Faozal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB Lalu Moh. Faozal mengatakan kehadiran seaplane di NTB merupakan alternatif moda transportasi bagi wisatawan yang punya banyak duit. Dengan adanya seaplane, wisatawan akan semakin mudah menuju destinasi wisata unggulan di NTB seperti Gili Trawangan, Mandalika, Pulau Moyo, Teluk Saleh, dan Satonda.

Dia menjelaskan investor telah menyelesaikan perizinan terkait penggunaan Bendungan Batujai sebagai hub seaplane ke Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata, terdiri dari 171 destinasi wisata alam, 31 wisata budaya, 12 wisata religi, 7 wisata buatan, dan 43 wisata petualangan. Selain itu, NTB juga memiliki 15 kawasan hutan wisata serta 375 desa wisata, dengan 93 desa telah memenuhi standar nasional.

Sektor pariwisata NTB menyerap 422.498 tenaga kerja, didukung oleh 4.137 tenaga kerja pariwisata bersertifikat, serta 5.966 pelaku usaha pariwisata, di mana 402 unit usaha telah tersertifikasi CHSE. Infrastruktur pariwisata ditopang oleh 1.078 hotel, terdiri atas 274 hotel berbintang dan 804 hotel nonbintang, yang tersebar di zona pariwisata seluas sekitar 32.808 hektare.

Editorial Team

Related Article