Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melki Kaget, Ada Kepala Dinas Ngaku Anggaran Perjalanan Dinas Sudah Habis
Gubernur NTT Melki Laka Lena respons soal kisruh koperasi di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena kaget saat menerima laporan bahwa biaya perjalanan dinas sudah habis akibat kebijakan efisiensi BBM dan pembatasan kendaraan dinas.
  • Pemerintah NTT akan membatasi pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan berplat luar daerah, agar kuota subsidi hanya digunakan untuk kendaraan berplat NTT.
  • Pemprov NTT juga membatasi mobilitas kendaraan dinas karena kelangkaan BBM, mendorong pejabat melakukan rapat atau koordinasi secara daring untuk menghemat penggunaan energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan efisiensi biaya perjalanan dinas dan pembatasan penggunaan BBM, yang menyebabkan beberapa kepala dinas melaporkan anggaran perjalanan mereka telah habis.
  • Who?
    Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Plt Sekda Rita Wuisan, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung DPRD Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang.
  • When?
    Pernyataan Gubernur disampaikan pada Senin, 15 Juni 2026, usai rapat paripurna DPRD NTT.
  • Why?
    Kebijakan efisiensi dilakukan akibat kenaikan harga BBM dan upaya penghematan energi di tengah keterbatasan anggaran serta dampak konflik global terhadap pasokan bahan bakar.
  • How?
    Pemprov membatasi mobilitas kendaraan dinas, mendorong pertemuan daring bagi pejabat, serta mengatur pembelian BBM bersubsidi hanya untuk kendaraan berplat NTT dengan pengawasan di SPBU.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gubernur NTT namanya Pak Melki kaget karena uang jalan dinas sudah habis. Katanya sekarang mobil kantor dan bensin harus dipakai hemat. Orang dari luar NTT juga tidak boleh beli bensin murah, cuma orang NTT yang bisa. Sekarang banyak rapat dilakukan lewat komputer supaya tidak perlu jalan jauh pakai mobil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengaku sempat terkejut setelah menerima laporan dari salah satu kepala dinas yang menyebut anggaran perjalanan dinas telah habis. Kondisi tersebut terjadi di tengah kebijakan efisiensi belanja daerah yang diterapkan pemerintah provinsi.

Melki menjelaskan efisiensi dilakukan pada sejumlah pos pengeluaran, termasuk biaya perjalanan dinas dan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia menyampaikan hal tersebut kepada awak media usai rapat paripurna di DPRD NTT, Senin (15/6/2026).

1. Dapat laporan kepala dinas dan akan evaluasi

Tampak depan lobi Kantor Gubernur NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Awalnya, Melki menyatakan Pemerintah Provinsi NTT telah menerapkan langkah efisiensi penggunaan BBM dan energi, salah satunya melalui kebijakan Work From Home (WFH). Sementara itu, terkait pembatasan penggunaan kendaraan dinas pasca kenaikan harga BBM, ia menegaskan kebijakan tersebut akan dievaluasi lebih lanjut.

"Kita akan evaluasi dulu. Kendaraan-kendaraan kita kan sekarang bergerak berdasarkan sesuai kebutuhan," tandasnya.

Melki juga mengaku adanya laporan dari bawahannya mengenai perjalanan dinas yang tidak bisa lagi dilakukan.

"Ini saya kaget juga. Ada kepala dinas ada lapor saya biaya perjalanan dinasnya habis dan tidak bisa jalan lagi," kata Melki.

2. Pembelian BBM bagi masyarakat juga dibatasi

Ilustrasi pelayanan BBM melalui SPBU di Rote. (Dok. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus)

Gubernur Melki juga menyebut pembatasan BBM ini nantinya juga berlaku bagi masyarakat, khususnya plat dari luar NTT yang tidak akan dilayani BBM subsidi. ,

"Sehingga dari luar NTT tidak dilayani karena itu menjadi dasar untuk BBM bersubsidi dipakai di NTT dan dari luar NTT yang tidak masuk kuota dibatasi sesuai plat," jelasnya.

Melki ingin kendaraan dari luar NTT bisa membeli BBM non-subsidi dan nantinya akan diawasi oleh petugas yang ditempatkan di tiap-tiap SPBU.

"Jadi kalau mau dapat BBM subsidi ya mutasi nomor kendaraan masuk ke platnya NTT," tambah dia.

3. Mobilitas kendaraan dinas dibatasi

Plh Sekda NTT Rita Wuisan. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Plt Sekda Pemprov NTT Rita Wuisan menyatakan kendaraan dinas juga harus dibatasi mobilitasnya semenjak adanya kelangkaan BBM akibat konflik global.

"Kita karena ada kenaikan BBM maka kendaraan dinas mau tidak mau dibatasi sehingga kita berupaya untuk berkegiatan yang membutuhkan mobilitas pasti dikurangi," jelas dia.

Dengan pembatasan ini, kata dia, maka kepala dinas diharapkan bisa melakukan pertemuan secara daring menyikapi keterbatasan tersebut.

"Jadi pembatasan misalnya dinas ke wilayah yang sangat urgent bisa ya tapi bisa dulu secara online misalnya zoom meeting," lanjut dia.

Editorial Team

Related Article