Pria Paruh Baya di Bima Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Tetangga curiga karena korban gak keluar seharian

Bima, IDN Times –  Seorang pria paruh baya Bernama Sarilah ditemukan tewas dalam kondisi tergantung. Warga Dusun Siddo Desa Sarae Bura Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima itu ditemukan tewas menggantung di rumahnya.

Beberapa saksi mata yang pertama menemukan pria berusia 62 tahun itu telah meregang nyawa. Korban ditemukan tewas di ruang tengah rumahnya pada Senin (4/4/2022) sore.

1. Warga gempar dengan temuan korban tewas tergantung

Pria Paruh Baya di Bima Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnyauniquetimes.org

Kapolsek Langgudu Iptu Kodrat, kejadian yang menggemparkan warga Desa Sarae Bura. Itu berawal dari sejumlah saksi yang tidak lain adalah tetangga korban merasa curiga karena korban selama hampir seharian tidak keluar rumah.

Tetangga yang penasaran dengan korban yang tidak keluar rumah itu kemudian mencoba mencari tahu. Saksi sontak merasa kaget ketika melihat korban dalam kondisi tergantung. Hal itu menggemparkan warga dusun yang merasa tidak menyangka kejadian itu menimpa kakek renta itu.

Baca Juga: Dua Remaja di Lombok Diamuk Massa karena Curi Tiga Butir Telur

2. Warga tak berani evakuasi korban

Pria Paruh Baya di Bima Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnyatribunnews.com

Kapolsek mengatakan bahwa warga awalnya tidak berani mengevakuasi korban atau melepas jeratan tali di leher korban. Namun atas persetujuan pihak keluarga, korban pun dievakuasi warga dengan melepas tali yang melilit lehernya.

Beberapa jam kemudian atau pada Senin malam, korban yang tewas menggantung itu, jelas Kapolsek Langgudu, dijemput anak dan keluarganya.

3. Pihak keluarga menolak untuk autopsi

Pria Paruh Baya di Bima Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnyailustrasi bunuh diri (IDN Times/Arief Rahmat)

Korban dikebumikan di Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima atau di tempat asal korban. Keluarga korban sudah menerima peristiwa itu sebagai sebuah musibah. Mereka sudah ikhlas atas kepergian Sarilah untuk selama-lamanya.

“Pihak keluarga enggan mempermasalahkan sebab kematian korban. Pihak keluarga tidak mau korban diautopsi,” tutup Iptu Kodrat.

Baca Juga: Tega! Pria di Lombok ini Tebas Kepala Keponakannya Pakai Samurai

4. Call center jika mengalami depresi

Pria Paruh Baya di Bima Ditemukan Tewas Tergantung di RumahnyaIlustrasi Bunuh Diri (IDN Times/Arief Rahmat)

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari tiga ribu Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut adalah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

RSJ Mutiara Sukma di NTB, nomor telepon (0370) 67151. 

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:

Jangan Bunuh diritelp: (021) 9696 9293email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHTmessage via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID)direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementerian Kesehatan Indonesiatelp: (021) 500454

Baca Juga: Tega! Pria di Lombok ini Tebas Kepala Keponakannya Pakai Samurai

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya