Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tim SAR Gendong Korban Kritis Lintasi Jembatan Rusak di Manggarai Timur

Kota Mataram
Tim SAR Gendong Korban Kritis Lintasi Jembatan Rusak di Manggarai Timur
Evakuasi korban gempa oleh Tim SAR. (Dok. Basarnas Maumere)
  • Hari ketujuh pascagempa magnitudo 7,7 di NTT, Tim SAR memprioritaskan penyelamatan dan evakuasi medis di wilayah Manggarai Timur yang terisolasi akibat infrastruktur rusak.
  • Akses jalan terputus dan jembatan tak bisa dilalui kendaraan memaksa petugas serta warga menggendong dua korban kritis menuju titik evakuasi dengan medan yang sulit.
  • Helikopter Dauphin Basarnas mengevakuasi korban cedera berat dari Kampung Ronting sekaligus menyalurkan Bantuan Kepresidenan; operasi pencarian, pertolongan, dan distribusi logistik terus dilanjutkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Memasuki hari ketujuh pascagempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan operasi penyelamatan dan evakuasi medis darurat. Fokus utama penanganan saat ini tertuju pada wilayah-wilayah terisolasi yang mengalami kerusakan infrastruktur parah akibat guncangan gempa.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petugas di lapangan adalah kondisi akses jalan darat yang terputus total serta jembatan penghubung yang sudah tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Akibat infrastruktur yang lumpuh tersebut, warga dan tim penyelamat harus berjibaku mengangkat korban dengan cara digendong melewati jembatan rusak sebelum bisa mendapatkan penanganan lanjutan.

  1. 1. Evakuasi medis melewati jembatan rusak

    Evakuasi korban gempa oleh Tim SAR. (Dok. Basarnas Maumere)
    Evakuasi korban gempa oleh Tim SAR. (Dok. Basarnas Maumere)

    Tim SAR Gabungan bersama warga setempat harus menggotong korban melewati reruntuhan infrastruktur dan jembatan yang sudah tidak bisa dilalui kendaraan pada Kamis (20/8/2026). Kondisi medan yang porak-poranda membuat proses pemindahan korban menuju titik evakuasi darurat harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

    Langkah evakuasi manual ini menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau korban yang berada di daerah terisolasi akibat akses jalan darat yang terputus total. Petugas bersama masyarakat bahu-membahu melintasi jembatan yang rusak parah demi menyelamatkan nyawa korban yang membutuhkan tindakan medis segera.

    Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung pelaksanaan evakuasi medis menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ menuju wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.

    "Kita akan membawa dua korban (pakai helikopter) yang akan kita bawa ke RSUD Komodo bersama tenaga kesehatan dan pendamping dari korban," kata Edy Prakoso dalam siaran yang diterima pada Jumat (21/8/2026).

  2. 2. Kerahkan helikopter Basarnas

    Evakuasi korban gempa oleh Tim SAR. (Dok. Basarnas Maumere)
    Evakuasi korban gempa oleh Tim SAR. (Dok. Basarnas Maumere)

    Armada udara ini dikerahkan menuju Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Sementara untuk menuju helikopter, Tim SAR harus menggendong dan menggotong dua korban melewati jembatan rusak.

    Helikopter Basarnas berhasil mendarat di lokasi terdampak untuk mengevakuasi dua warga yang mengalami kondisi kritis akibat cedera berat pascagempa. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, para korban menderita cedera serius yang memerlukan rujukan rumah sakit secepatnya.

    "Kita manfaatkan helikpter ini untuk mengecakuasi korban yang mengalami kesulitan, sehingga diharapkan bisa segera terselamatkan," kata Edy Prakoso.

  3. 3. Distribusi bantuan

    Evakuasi korban gempa oleh Tim SAR. (Dok. Basarnas Maumere)
    Evakuasi korban gempa oleh Tim SAR. (Dok. Basarnas Maumere)

    Selain fokus pada evakuasi medis darurat, Helikopter Basarnas turut mendistribusikan Bantuan Kepresidenan bagi masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur. Bantuan logistik ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para warga yang bertahan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.

    Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR berkomitmen untuk terus melanjutkan operasi pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan. Upaya sinergi melalui jalur darat dan udara akan terus dimaksimalkan demi memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan secara cepat dan tepat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More