Mataram, IDN Times - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat sebanyak 2.497.458 kunjungan wisatawan pada semester I 2026. Sebanyak 2,49 juta wisatawan itu tercatat berkunjung ke tiga destinasi wisata yang dikelola ITDC, yaitu The Nusa Dua Bali, The Mandalika Lombok, dan The Golo Mori, NTT.
Tiga Destinasi ITDC Diserbu 2,49 Juta Wisatawan pada Semester I 2026

- ITDC mencatat 2.497.458 kunjungan di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori pada semester I 2026, naik 10,54 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
- The Nusa Dua menyumbang 1.798.004 kunjungan; Mandalika mencapai 685.844 kunjungan, tumbuh 17,39 persen; Golo Mori menerima 13.610 wisatawan dengan okupansi meningkat menjadi 17,09 persen.
- Pada semester II 2026, ITDC mengandalkan MotoGP Mandalika, Golo Mori Sunset Run, agenda MICE, event internasional, serta kolaborasi tenant untuk mendorong kunjungan dan aktivitas bisnis.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan pada semester I 2026 meningkat 10,54 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.259.269 orang. Dia menjelaskan pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga diikuti penguatan indikator bisnis di masing-masing kawasan.
1. Penguatan indikator bisnis di masing-masing kawasan

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar. (IDN Times/Muhammad Nasir) Fajar menjelaskan penguatan indikator bisnis di masing-masing kawasan yang dikelola ITDC mulai dari peningkatan tingkat okupansi, lama tinggal wisatawan (length of stay), hingga aktivitas MICE bernilai tinggi. Dikatakan, capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kualitas bisnis destinasi yang dikelola ITDC sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi pariwisata di berbagai daerah.
Menurutnya, capaian Semester I 2026 menunjukkan strategi pengembangan portofolio destinasi yang dijalankan perusahaan semakin mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas. Dijelaskan, ITDC tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap destinasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya okupansi, lama tinggal wisatawan, aktivitas bisnis, serta peluang investasi.
"Setiap kawasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga strategi pengembangannya pun disesuaikan agar mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, tenant, investor, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Fajar, Jumat (21/8/2026).
2. Kunjungan wisatawan ke Mandalika tembus 685.844 orang

Kawasan The Mandalika, Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir) Dia merincikan kunjungan wisatawan ke masing-masing destinasi wisata yang dikelola ITDC pada semester I 2026. Kawasan The Nusa Dua Bali, sebagai destinasi leisure berkelas dunia, menjadi kontributor terbesar dengan jumlah 1.798.004 kunjungan wisatawan, meningkat 8,16 persen dibandingkan Semester I 2025.
Kawasan ini juga mempertahankan performa operasional yang solid dengan tingkat okupansi rata-rata 70,51persen serta mencatat Length of Stay sebesar 2,76 malam, melampaui target perusahaan. Fajar mengatakan, kinerja tersebut menunjukkan bahwa kawasan The Nusa Dua tidak hanya berhasil menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi ekosistem pariwisata di kawasan.
Kemudian di kawasan The Mandalika Lombok, tren pertumbuhan terus berlanjut seiring semakin kuatnya posisi kawasan sebagai destinasi sport and lifestyle tourism. Sepanjang semester I 2026, kawasan The Mandalika mencatat sebanyak 685.844 kunjungan wisatawan.
Angkanya tumbuh 17,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekaligus mencapai 124,7 persen dari target perusahaan. Tingkat okupansi rata-rata juga meningkat dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen, didukung semakin padatnya penyelenggaraan berbagai ajang olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas selama semester pertama.
Sementara di kawasan The Golo Mori terus menunjukkan perkembangan positif sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur. Jumlah kunjungan meningkat 6,90 persen menjadi 13.610 wisatawan. Sedangkan tingkat okupansi melonjak dari 3,83 persen pada semester I 2025 menjadi 17,09 persen pada semester I 2026.
Selain itu, rata-rata MICE Average Spending per Pax tercatat hampir tiga kali lipat dari target perusahaan. Hal ini,kata dia, mencerminkan semakin tingginya nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap penyelenggaraan konferensi, corporate gathering, maupun kegiatan bisnis lainnya. Menurut Fajar, pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa ketiga kawasan memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperkuat portofolio bisnis ITDC.
"The Nusa Dua terus memperkuat posisinya sebagai destinasi leisure kelas dunia, The Mandalika berkembang sebagai penggerak sport tourism nasional, sementara The Golo Mori semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur. Diversifikasi kekuatan inilah yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis ITDC secara berkelanjutan," kata dia.
3. MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan kembali menjadi katalis pertumbuhan kawasan

Penonton asing usai menyaksikan Sprint Race MotoGP Mandalika, Sabtu (4/10/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir) Memasuki semester II 2026, Fajar optimis tren pertumbuhan akan semakin menguat seiring bergulirnya berbagai agenda strategis di seluruh kawasan. Berbagai event nasional maupun internasional diproyeksikan menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi, aktivitas bisnis, sekaligus memperkuat multiplier effect bagi sektor perhotelan, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha lokal.
Di The Mandalika, momentum tersebut akan diperkuat melalui penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026, yang diproyeksikan kembali menjadi katalis pertumbuhan kawasan. Selain menarik wisatawan domestik dan mancanegara, ajang balap motor dunia ini juga diharapkan meningkatkan tingkat hunian hotel, menggerakkan sektor transportasi, memperkuat aktivitas UMKM dan ekonomi kreatif, serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian NTB.
Sementara itu, The Golo Mori akan semakin meningkatkan daya tarik kawasan melalui penyelenggaraan Golo Mori Sunset Run 2026, yang diharapkan mampu memperluas eksposur destinasi sekaligus mendorong kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi di kawasan. Adapun The Nusa Dua akan terus mengakselerasi aktivitas kawasan melalui penyelenggaraan berbagai agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), event internasional, serta kolaborasi strategis bersama tenant dan mitra usaha.
Fajar menyakini rangkaian agenda tersebut akan menjadi penggerak utama peningkatan kinerja perusahaan hingga akhir tahun. "Kami optimis Semester II 2026 akan menjadi momentum untuk memperkuat daya saing destinasi yang kami kelola. Melalui berbagai agenda strategis, kami ingin memastikan setiap kawasan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian nasional," tandasnya.









![[BREAKING] Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Ruteng NTT pada 20 Agustus 2026](https://image.idntimes.com/post/20260815/whatsapp-image-2026-08-15-at-08_e9d4c739-eac8-4ff1-b066-490302a95dd6.jpeg)








