Kuota Pupuk Subsidi di NTB Ditambah, Mentan Ancam Distributor Nakal

Mataram, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambah jatah pupuk subsidi untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar 50 persen dari kuota awal tahun 2024. Kuota pupuk subsidi jenis Urea dan NPK yang semula 219 ribu ton menjadi 412 ribu ton untuk NTB.
Amran menyebutkan pemerintah telah menambah volume pupuk subsidi secara nasional menjadi 100 persen, dari sebelumnya 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Sementara, kuota untuk NTB, dari 130 ribu ton pupuk Urea menjadi 222 ribu ton dan NPK dari 89 ribu ton menjadi 190 ribu ton.
"Kalau ada distributor yang bermain aku cabut izinnya. Kita sudah MoU dengan Kapolri dan Panglima TNI. Kita juga kerja sama dengan kejaksaan," kata Amran usai rapat koordinasi peningkatan produksi padi Provinsi NTB di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (2/5/2024).
1. Pembelian pupuk subsidi cukup menunjukkan KTP

Amran telah meminta distributor sampai tingkat bawah untuk mempermudah petani dalam membeli pupuk subsidi. Petani cukup menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).
Ia memberikan peringatan kepada distributor supaya jangan bermain-main dengan menaikkan harga pupuk subsidi.
"Kalau ada mafianya, tulis saja, biar cepat diberesin. Gak boleh, padi ini pangan sangat strategis. Gak boleh main-main," tegas Amran
2. Stok pangan nasional 1,4 juta ton

Amran menyebut stok pangan nasional saat ini masih aman sampai Juni mendatang di mana data di gudang Bulog tercatat 1,4 juta ton.
Supaya stok pangan aman, maka perlu dilakukan percepatan penanaman padi pada lahan seluas satu juta hektare selama enam bulan ke depan, mulai Mei sampai Oktober 2024. Pada bulan Juli nanti diharapkan sudah ada La Nina agar area tanam padi terairi.
Pompanisasi menjadi strategi guna mengairi sejumlah area persawahan tadah hujan.
"Bulan yang kritis enam bulan ini, Mei-November. Enam bulan lebih ini yang paling kritis, ini paling menentukan. Kalau enam bulan bisa kita penuhi pangan kita, insyaallah ke depan aman," ucapnya.
3. Janji tambah bantuan mesin pompa untuk NTB

Provinsi NTB menjadi salah satu di daerah yang diharapkan mendukung ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Kementan memberikan bantuan sebanyak 4.000 mesin pompa air yang ke depannya bisa ditingkatkan jumlahnya di NTB.
"Ada 4.000 mesin pompa untuk NTB. Tapi pak Gubernur minta ditambah, aku tambah yang penting dipasang. Pasang dulu yang ada, aku tambah nanti," kata Amran.
Saat ini, Kementan baru memberikan 50 persen bantuan mesin pompa air di seluruh Indonesia. Bagi daerah yang cepat memasang bantuan pompa air untuk percepatan penanaman padi, maka akan diprioritaskan mendapatkan tambahan.
"Setelah terpasang, segera minta tambah cepat. Tapi mana daerah duluan. Kalau NTB terlambat pasang, aku gak tambah. Jadi tergantung kecepatan daerah masing-masing," tandas Amran.



















