Mataram, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama masyarakat Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara, mengadukan Pemda Lombok Utara ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Pengaduan ini dilakukan agar pemerintah pusat melakukan intervensi terhadap krisis air bersih yang telah berlangsung menahun di Gili Meno serta memastikan Pemda Lombok Utara menjalankan kewajibannya dalam memenuhi pelayanan dasar masyarakat.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTB, Amri Nuryadin mengatakan pengaduan ke Kemendagri merupakan bentuk upaya konstitusional setelah berbagai proses advokasi dan dialog yang dilakukan bersama warga belum menghasilkan pemenuhan hak dasar masyarakat atas air bersih. Terdapat 268 kepala keluarga atau sekitar 1.000 warga yang mengalami krisis air bersih di Gili Meno yang menjadi destinasi wisata dunia.
“Pengaduan ini bukan sekadar persoalan teknis penyediaan air, tetapi menyangkut kewajiban negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat. Selama ini warga Gili Meno telah mengalami krisis air bersih yang berkepanjangan, sementara solusi yang ditawarkan justru menghadirkan persoalan baru terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Amri, Sabtu (20/6/2026).
