Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kucing Suka Memijat Selimut dan Pangkuan Pemiliknya?
ilustrasi kucing lucu di atas sofa (Pexels.com/@Tranmautritam)
  • Kebiasaan kucing memijat dengan kaki depan berawal saat menyusu, ketika gerakan tersebut membantu merangsang aliran susu dari induknya.
  • Pada kucing dewasa, alasan memijat belum dipahami sepenuhnya; kenyamanan masa kecil dan tekstur tertentu hanya menjadi dugaan, sehingga perilakunya perlu diamati secara menyeluruh.
  • Jika cakarnya mengganggu atau merusak barang, sediakan alas lembut atau alihkan dengan mainan; hindari membentak karena memijat adalah perilaku alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kucing kadang menekan selimut dengan kedua kaki depannya secara bergantian sebelum berbaring. Gerakan yang menyerupai menguleni adonan ini dikenal sebagai kneading atau memijat.

Kebiasaan memijat sudah muncul ketika kucing masih menyusu kepada induknya. Sebagian kucing terus melakukannya setelah dewasa, termasuk saat berada di pangkuan pemilik.

Kebiasaan ini umumnya dapat dibiarkan selama tidak melukai orang atau merusak barang. Kamu bisa memahami latar belakangnya sekaligus menyediakan tempat yang lebih nyaman untuk kucing memijat.

1. Berawal dari gerakan saat menyusu

ilustrasi anak kucing lucu (pexels.com/Pixabay)

Anak kucing memijat area sekitar puting induk ketika menyusu. Gerakan kaki ini membantu merangsang aliran susu.

Kebiasaan itu dapat bertahan hingga dewasa meski kucing sudah tidak menyusu. Namun, alasan kelanjutannya belum sepenuhnya dipahami.

Memijat pangkuan pemilik tidak otomatis berarti kucing sedang mencoba mendapatkan susu. Gerakan serupa dapat muncul pada tahap kehidupan yang berbeda.

2. Ada beberapa dugaan tentang kebiasaan kucing dewasa

Kucing lucu

Salah satu teori mengaitkan memijat dengan pengalaman nyaman ketika masih kecil. Cats Protection menegaskan bahwa penjelasan ini masih berupa dugaan.

Ada pula dugaan bahwa tekstur tertentu memicu respons otomatis pada kaki. Karena itu, alasan memijat pada kucing dewasa sebaiknya tidak disimpulkan secara mutlak.

Kamu tetap perlu melihat kebiasaan kucing secara keseluruhan, termasuk kapan dan seberapa sering ia memijat. Perubahan perilaku yang mencolok sebaiknya dibicarakan dengan dokter hewan.

3. Sediakan alas lembut jika cakarnya terasa sakit

ilustrasi kucing lucu (pexels.com/cottonbro studio)

Jika kucing memijat pangkuan hingga cakarnya terasa menusuk, letakkan selimut tebal sebagai pembatas. AAHA menyarankan alas lembut sebagai tempat yang sesuai untuk menyalurkan perilaku memijat.

Kamu juga bisa mengalihkan perhatiannya dengan mainan ketika ia mulai memijat permukaan yang mudah rusak. Sediakan alas pilihannya di lokasi yang mudah dijangkau.

Hindari membentak atau menghukum kucing karena memijat merupakan perilaku alami. Arahkan kebiasaannya ke tempat yang sesuai agar kucing dan orang di rumah sama-sama nyaman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article