Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daya Tarik Baru, Museum Desa Adat Sade Ditargetkan Rampung Desember

Kota Mataram
4 min read
Daya Tarik Baru, Museum Desa Adat Sade Ditargetkan Rampung Desember
Koleksi museum sementara Desa Adat Sade yang dipamerkan saat gelaran MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pembangunan Museum Desa Adat Sade permanen berukuran 6 x 10 meter di Lombok Tengah ditargetkan rampung Desember 2026, untuk memajang sekitar 50 koleksi sejarah dan budaya.
  • Museum Negeri NTB akan menata ulang koleksi setelah gedung selesai, lalu menyerahkan pengelolaan museum kepada masyarakat Desa Adat Sade melalui kerja sama dengan Pokdarwis.
  • Rekonstruksi Desa Adat Sade pascakebakaran 22 Agustus 2026 membutuhkan Rp36 miliar; 167 bangunan terbakar dan 120 KK atau 320 jiwa terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pembangunan Museum Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, rampung pada Desember mendatang. Saat ini, pembangunan museum permanen berukuran 6 x 10 meter itu sedang berjalan.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengatakan kehadiran Museum Desa Adat Sade nantinya dapat menjadi daya tarik wisata baru di Lombok. Sekitar 50 koleksi benda bersejarah dan budaya masyarakat Desa Adat Sade akan dipajang di museum tersebut.

"Proses sekarang terkait museum Sade, kami menunggu selesainya pembangunan museum permanennya. Setelah pembangunan museum permanen maka kami akan melakukan loading kembali," kata Nuralam dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (30/10/2026).

  1. 1. Museum sementara saat gelaran MotoGP Mandalika 2026

    IMG-20261031-WA0010.jpg
    Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Nuralam, menjelaskan proses yang sedang berlangsung saat ini, fokus pada penyelesaian konstruksi fisik gedung museum. Sebelumnya, pada saat gelaran MotoGP Mandalika 2026, pihaknya membuat museum sementara untuk pameran selama empat hari.

    Setelah pembangunan gedung museum yang permanen, Museum Negeri NTB akan melakukan penataan ulang secara menyeluruh. Dari segi kapasitas, museum permanen ini akan berdiri di atas lahan berukuran 6 x 10 meter.

    Museum permanen tersebut dinilai cukup memadai untuk menampung sekitar 50 koleksi benda bersejarah dan budaya masyarakat Desa Adat Sade. "Kita akan memamerkan kembali yang kemarin dengan display yang bagus," jelasnya.

    Dia berharap pembangunan Museum Desa Adat Sade dapat tuntas akhir tahun ini. Sehingga Museum Negeri NTB dapat mendisplay kembali koleksi yang ada agar dapat dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Desa Adat Sade.

    ​"Kami berharap bulan Desember ini sudah selesai pembangunannya. Karena jangan terlalu lama juga, dan kami tak bisa mendisplay kalau museum permanennya belum tersedia," kata dia.

  2. 2. Pengelolaan Museum Desa Adat Sade akan diserahkan ke masyarakat

    IMG-20261031-WA0012.jpg
    Koleksi museum sementara Desa Adat Sade yang dipamerkan saat gelaran MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Nuralam menambahkan, pihaknya akan menyerahkan pengelolaan Museum Desa Adat Sade ke masyarakat setempat. Untuk memastikan keberlanjutan dan dampaknya bagi warga, Museum Negeri NTB akan menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Adat Sade untuk membahas mekanisme pengelolaan ke depan.

    ​"Kami akan bekerjasama dengan Pokdarwis untuk membicarakan pengelolaan selanjutnya. Karena nanti museum itu akan diserahkan ke masyarakat Desa Adat Sade," terangnya.

    Nuralam menyatakan kehadiran museum ini nantinya diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Desa Adat Sade. Sekaligus, kata dia menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya Sasak yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.

  3. 3. Rekonstruksi Desa Adat Sade yang ludes terbakar butuh anggaran Rp36 miliar

    IMG-20261009-WA0015.jpg
    Pembangunan kembali rumah adat di Dusun Sade Lombok Tengah, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Rekonstruksi Desa Adat Sade yang ludes terbakar pada 22 Agustus 2026 itu membutuhkan anggaran sebesar Rp36 miliar. Ketua Satgas Rekonstruksi Desa Adat Sade, Lalu Moh. Faozal, menjelaskan bahwa alokasi anggaran puluhan miliar rupiah tersebut mencakup rekonstruksi bangunan adat secara menyeluruh hingga penyediaan infrastruktur pendukung yang lebih aman.

    ​Selain pembangunan rumah adat yang ludes terbakar, Faozal mengatakan perbaikan fasilitas sanitasi, drainase, hingga sistem pencegahan bencana kebakaran sesuai masterplan yang telah dibuat. Rekonstruksi Desa Adat Sade ditargetkan rampung Desember mendatang.

    ​Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB itu mengatakan pihaknya sedang menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan rekonstruksi Desa Adat Sade. Selain itu, Satgas juga sedang melakukan penghitungan ulang anggaran untuk menghindari tumpang tindih (overlap) antara alokasi belanja pemerintah dengan swadaya masyarakat maupun donasi yang masuk.

    Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade menyebabkan 167 bangunan yang ludes terbakar. Kebakaran yang terjadi pada malam hari itu merusak puluhan rumah adat, artshop, masjid dan bangunan adat lainnya.

    Adapun rincian 167 bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Rumah adat yang terbakar sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.

    Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo. Akibat kebakaran sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More