Kenapa Kucing Suka Menggesekkan Tubuh ke Kaki Pemilik?

- Kucing menggesekkan kepala atau tubuh ke kaki pemilik bisa menjadi sapaan ramah, sekaligus cara meminta perhatian, bermain, atau makanan tergantung situasi.
- Gesekan memindahkan aroma dari kelenjar di pipi, dagu, dan pangkal ekor, sehingga membantu kucing merasa akrab dengan orang, benda, atau lingkungan.
- Tanggapi dengan membiarkan kucing mendekat lebih dulu; elus pipi atau dagu bila rileks, lalu berhenti jika ia menjauh, mendesis, atau mencoba menggigit.
Kucing kadang menyambut pemilik dengan menggesekkan kepala atau sisi tubuh ke kaki. Gerakan ini juga bisa muncul saat kamu sedang berdiri di dekatnya atau berjalan di rumah.
Perilaku ini dapat menjadi sapaan, cara meninggalkan aroma, atau upaya menarik perhatian. Maknanya perlu dilihat bersama situasi dan respons kucing saat berinteraksi.
Memahami kebiasaan ini membantu kamu membalas interaksi sesuai kenyamanan kucing. Mulailah dengan memberi kesempatan mendekat, lalu perhatikan apakah ia ingin disentuh atau hanya lewat.
1. Bisa menjadi sapaan dan cara menarik perhatian

kucing di dalam kardus(Pexels.com/Arina Krasnikova) Menurut Cats Protection, menggesekkan kepala atau tubuh sering menjadi sapaan yang ramah. Kamu mungkin melihatnya setelah beberapa waktu tidak bertemu dengan kucing.
Kucing juga dapat menggunakan gerakan ini untuk meminta perhatian, waktu bermain, atau makanan. Jika suatu respons berhasil, ia bisa mengulangi cara yang sama di kesempatan lain.
Coba perhatikan apa yang sedang terjadi sebelum kucing mendekat dan bagaimana ia meresponsmu. Kamu bisa menawarkan interaksi atau permainan tanpa langsung menganggap setiap gesekan sebagai permintaan makan.
2. Meninggalkan aroma agar terasa lebih akrab

kucing di dalam kardus(Pexels.com/Qing Luo) Kucing memiliki kelenjar aroma di beberapa bagian tubuh, termasuk pipi, dagu, dan pangkal ekor. Ketika menggesekkan area ini, ia memindahkan aroma ke orang atau benda.
Battersea menjelaskan bahwa aroma yang dikenal membantu kucing merasa lebih akrab dengan lingkungannya. Karena itu, perilaku menggesek juga bisa dilakukan pada sudut perabot atau benda baru.
Pesan melalui aroma bergantung pada kucing dan konteksnya. Jadi, gesekan tubuh sebaiknya dipahami sebagai salah satu bentuk komunikasi, bukan satu pesan yang selalu sama.
3. Balas dengan sentuhan sesuai respons kucing

kucing di dalam kardus(Pexels.com/Arina Krasnikova) Ulurkan tangan secara perlahan dan biarkan kucing mendekat untuk memeriksanya. Jika ia tetap mendekat dengan tubuh rileks, kamu bisa mencoba mengelus pipi atau dagunya.
Berhenti sejenak untuk melihat apakah kucing masih ingin berinteraksi. Jika ia menjauh, mendesis, atau mencoba menggigit, hentikan elusan dan beri ruang.
Sebagian kucing menikmati elusan singkat, sedangkan yang lain lebih suka berada di dekat manusia tanpa banyak disentuh. Kenali pilihan kucingmu dari respons yang muncul berulang kali.



















