Tambang Raksasa di Dompu Diperkirakan Butuh 12 Ribu Tenaga Kerja

- PT Sumbawa Timur Mining di Hu'u, Dompu, diperkirakan membutuhkan sekitar 12 ribu tenaga kerja saat operasi produksi dimulai pada 2030 atau 2031.
- PT STM belum membuka rekrutmen karena masih menata zona pertambangan; perekrutan direncanakan bertahap mulai sekitar 2028 hingga 2030.
- Disnakertrans NTB mengupayakan porsi tenaga kerja lokal 40–60 persen, sementara PT AMNT membuka lowongan berbagai bidang dengan batas pendaftaran 2 November 2026.
Mataram, IDN Times - Dua tambang emas dan tembaga raksasa di NTB akan memasuki tahap operasi produksi pada 2028 dan 2031. Yaitu, tambang emas dan tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Blok Elang, Kabupaten Sumbawa dan PT Sumbawa Timur Mining (STM) di wilayah Hu'u, Kabupaten Dompu.
Khusus untuk tambang emas dan tembaga PT STM di Kabupaten Dompu, diperkirakan membutuhkan 12 ribu tenaga kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan mengatakan pihaknya telah mengunjungi lokasi tambang PT STM di Kabupaten Dompu.
Dari kunjungan lapangan, Disnakertrans NTB mendapatkan informasi bahwa perusahaan pertambangan itu membutuhkan tenaga kerja sekitar 12 ribu orang, ketika nantinya mulai melakukan operasi produksi sekitar 2030 atau 2031.
"12 ribu tenaga kerja itu untuk sementara hanya di PT STM. Tapi yang AMNT mungkin sudah mulai ada rekrutmen awal," kata Aidy dikonfirmasi di Mataram, Jumat (30/10/2026).
1. Belum ada rekrutmen tenaga kerja di PT STM

Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan. (IDN Times/Muhammad Nasir) Saat ini, kata dia, perusahaan masih melakukan penataan wilayah atau zona pertambangan. PT STM belum melakukan pembukaan rekrutmen tenaga kerja. Dia mengatakan rekrutmen belasan ribu tenaga kerja itu nantinya akan dilakukan secara bertahap sama seperti saat dimulai eksploitasi tambang emas dan tembaga oleh PT Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau Sumbawa Barat.
"Pada saatnya nanti mulai 2028 sampai 2030 baru akan merencanakan rekrutmen tenaga kerja, sama dengan pola yang dilakukan PT Newmont dulu, sekarang namanya Amman Mineral," jelasnya.
2. Harapkan porsi tenaga kerja lokal lebih besar

Para pencari kerja melihat lowongan pekerjaan pada kegiatan job fair di Universitas Muhammadiyah Mataram, Sabtu (9/8/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir) Dia menjelaskan terus berkoordinasi dengan perusahaan tambang yang beroperasi di NTB untuk menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan. Disnakertrans NTB berharap perusahaan memberikan porsi 40 sampai 60 persen tenaga kerja lokal.
"Sekitar 12 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan. Karena konon PT STM itu kandungan mineralnya lebih besar dari AMNT. Kami terus berkoordinasi untuk memberikan kesempatan kepada para pencari kerja yang berasal dari lokal baik itu dari kabupaten maupun NTB yang memenuhi syarat," kata dia.
3. PT AMNT buka lowongan kerja

Pekerja PT AMMAN di tambang emas dan tembaga Batu Hijau Sumbawa Barat. (dok. AMMAN) Sementara itu, PT AMNT saat ini sedang membuka lowongan kerja bagi putra dan putri NTB yang berminat bekerja di pertambangan. Aidy menjelaskan bahwa Disnakertrans NTB telah menerima informasi dari PT AMNT terkait rekrutmen tenaga kerja untuk tambang di Sumbawa Barat.
Eks Kepala Dinas Dikbud NTB itu menyebut PT AMNT membuka lowongan untuk sejumlah bidang. Antara lain Maintenance Planning, Reliability & Asset Management, Mechanical Maintenance, Electrical Maintenance, Automation, Control & Instrumentation, Maintenance Support, Conveyor & Workshop, Smelter Electrical & Instrumentation Maintenance.
Kemudian Smelter Mechanical & Refractory Maintenance, Precious Metal Refinery (PMR), Utilities, Powerhouse & ASU Operations, Smelter Sulphuric Acid & Effluent Treatment, Smelter Environment & Laboratory, Reporting & Data Analytics dan Infrastructure & Facilities Maintenance.
Aidy mengatakan batas akhir pengiriman berkas pendaftaran pada 2 November 2026. Kemudian peninjauan lamaran berlangsung selama 1 - 2 minggu setelah batas akhir pendaftaran.




















