Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KEK Mandalika Raup Investasi Rp6 Triliun, Serap 26.002 Tenaga Kerja

KEK Mandalika Raup Investasi Rp6 Triliun, Serap 26.002 Tenaga Kerja
Pantai Tanjung Aan Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
  • KEK Mandalika mencatat realisasi investasi Rp6,018 triliun hingga akhir 2025 dan menyerap 26.002 tenaga kerja dari berbagai sektor pariwisata serta investor domestik dan internasional.
  • Sepanjang Januari–April 2026, kawasan Mandalika dikunjungi 285.003 wisatawan dengan rata-rata lama tinggal meningkat menjadi 2,33 hari dan tingkat okupansi hotel naik ke 44,57 persen.
  • Konektivitas udara menuju Lombok makin kuat dengan peningkatan pergerakan penumpang 18,4 persen dan pesawat 35,3 persen di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lombok Tengah, IDN Times - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menjadi magnet baru investasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat realisasi investasi di KEK Mandalika hingga akhir 2025 telah menembus angka Rp6,018 triliun.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan KEK Mandalika telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru di sektor pariwisata nasional. "Hingga akhir tahun 2025, nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika tercatat telah mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu Rp6,018 triliun," sebut Troy, Sabtu (23/5/2026).

1. Serap 26.002 tenaga kerja

IMG_20250702_090736_746.jpg
Kawasan The Mandalika, Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Troy menjelaskan pertumbuhan investasi ini membawa dampak sosial-ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal dan nasional. Dimana proyek pengembangan kawasan ini telah berhasil menyerap tenaga kerja hingga mencapai 26.002 orang.

Dia mengatakan tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap prospek jangka panjang KEK Mandalika menunjukkan tren yang sangat positif. Saat ini, tercatat sudah ada 27 pelaku usaha yang aktif beraktivitas dan menanamkan modalnya di KEK Mandalika.

Ekosistem bisnis yang terbangun sangat variatif, mencakup berbagai sektor esensial seperti sektor perhotelan (hospitality), pariwisata gaya hidup (lifestyle tourism), pengembangan kawasan terpadu (mixed-use development), penyediaan fasilitas utilitas kawasan, ekosistem olahraga otomotif (motorsport ecosystem).

"Masuknya para investor ini berasal dari kombinasi domestik dan internasional. Kepercayaan global tercermin dari hadirnya investor yang berasal dari berbagai negara maju, antara lain Singapura, Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, dan Maroko," kata dia.

2. Sebanyak 285.003 wisatawan kunjungi Mandalika hingga April 2026

IMG_20250718_181351_952.jpg
Pantai Tanjung Aan KEK Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Troy menyebutkan sepanjang Januari–April 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke KEK Mandalika telah menembus 285.003 orang. Dengam durasi berlibur wisatawan di kawasan terpantau semakin lama. Di mana rata-rata length of stay meningkat menjadi 2,33 hari, naik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar 1,96 hari.

Sejalan dengan peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan, rata-rata tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di KEK Mandalika melonjak menjadi 44,57 persen, mengalami kenaikan signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 41,55 persen.

3. Didukung konektivitas udara menuju Lombok

IMG-20260523-WA0026.jpg
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Troy menjelaskan akselerasi pertumbuhan pariwisata dan bisnis di KEK Mandalika didukung penuh oleh penguatan konektivitas udara menuju Pulau Lombok melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Pada periode Januari–April 2026, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Lombok mencapai 850.319 penumpang atau mengalami peningkatan sekitar 18,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kemudian pergerakan pesawat dari dan menuju Lombok juga tumbuh agresif sebesar 35,3 persen. Saat ini, aksesibilitas ke Lombok dilayani oleh 11 rute domestik dan 2 rute internasional. Operasional penerbangan ini didukung oleh berbagai maskapai nasional dan internasional seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air Group, AirAsia, dan Scoot.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News NTB

See More