Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gibran Minta Maaf ke Warga Amfoang NTT karena Selama ini Hidup Terisolir

Gibran Minta Maaf ke Warga Amfoang NTT karena Selama ini Hidup Terisolir
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau jembatan putus di Amfoang, Kupang, NTT. (Dok istimewa)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada warga Amfoang, NTT atas keterisolasian wilayah akibat jembatan rusak dan berjanji segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi.
  • Gibran menyoroti kondisi anak sekolah dan ibu hamil yang harus menyeberangi sungai, serta memerintahkan Gubernur NTT dan Wakil Bupati Kupang memberi perhatian khusus pada kelompok rentan tersebut.
  • Kunjungan ke Amfoang awalnya tidak dijadwalkan, namun dilakukan setelah Gibran menerima laporan langsung dari mahasiswa asal Amfoang saat berdialog di Tugu Adipura Kota Kupang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kupang, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada masyarakat Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas keterbatasan akses selama ini di wilayah tersebut.

Gibran menyatakan ini ketika berkunjung dan bertemu dengan masyarakat Amfoang pada Jumat (22/5/2026). Gibran saat itu menggunakan helikopter dan mendarat di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya.

1. Akan dikoordinasikan dengan kementerian

Sejumlah pejabat dan warga berdiskusi di dekat jembatan yang rusak di Amfoang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan latar pepohonan hijau.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau jembatan putus di Amfoang, Kupang, NTT. (Dok istimewa)

Ketika tiba, ia langsung disambut oleh warga yang sudah menunggu dari pagi mulai dari anak-anak hingga orangtua termasuk mahasiswa yang ditemuinya semalam di Tugu Adipura Kota Kupang, Kamis (21/5/2026).

Ia langsung meninjau jembatan-jembatan yang terputus sehingga masyarakat selama ini terpaksa melewati sungai, baik untuk berobat, melahirkan, mendapat logistik, keperluan lainnya, hingga beberapa kali jenazah harus digotong. Gibran meminta maaf atas hal yang telah dialami masyarakat Amfoang selama ini.

"Tadi sudah kita lihat dua jembatan yang rusak. Saya lihat kerusakan ini cukup parah. Dan saya lihat keadaan di desa ini, di kampung ini, terisolasi. Saya mohon maaf sekali," ucap Gibran saat berdialog dengan warga.

Pada saat yang sama, ia berjanji keterbatasan ini akan segera tertangani begitu ia berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Setelah pulang dari sini saya janji akan Koordinasikan dengan kementerian terkait agar diberikan solusi terbaik untuk bapak-ibu semua," tambah dia.

2. Perintah khusus ke Gubernur NTT

Seorang pria mengenakan kemeja abu-abu dan selendang tenun tradisional berdiri di antara rombongan dan warga di Amfoang, NTT.
Gibran tiba di Amfoang setelah meninjau proyek garam dan rumput laut di Rote. (Dok Prokopim Setda Provinsi NTT)

Gibran juga telah mendengarkan paparan mahasiswa asal Amfoang sebelumnya mengenai anak sekolah hingga ibu hamil yang terpaksa menyeberangi sungai.

"Sudah dipaparkan efek putusnya jembatan ini. Ada anak-anak sekolah yang harus basah-basahan. Ada ibu hamil yang harus menyebrang sungai," tandasnya.

Ia juga memerintahkan agar Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki memerhatikan kaum rentan di wilayah ini.

"Tadi ada satu ibu hamil juga. Saya mohon atensinya Pak Gub, Ibu Wabup, jangan sampai kenapa-kenapa di jalan," tegas dia.

3. Jadwal berubah untuk ke Amfoang

Seorang pria mengenakan topi anyaman besar dan kain tradisional Rote disambut warga bersama rombongan pejabat di luar ruangan.
Gibran tiba di Rote meninjau proyek garam dan rumput laut. (Dok Tim Media Wagub Provinsi NTT)

Gibran sendiri datang ke NTT dengan agenda tunggal yaitu ke Rote Ndao untuk proyek strategis nasional (PSN) yakni tambak garam, taman rumput laut, sekolah, madrasah, masjid, hingga lokasi makan siang bersama masyarakat.

Namun pada saat ia tiba, Gibran bertemu dengan mahasiswa asal Amfoang. Ia mendapat laporan soal kondisi Amfoang ketika berdialog dengan para mahasiswa tersebut. Dialog ini terjadi di Tugu Adipura Kota Kupang yang tanpa penerangan jalan sehingga mereka hanya disinari lampu jalan.

"Sebenarnya saya tidak ada jadwal ke Amfoang tapi ke Pulau Rote. Tapi kemarin ketika mendarat di Kupang saya bertemu dengan teman-teman mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya," tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More