Jadi Korban Penipuan Via Telepon, IRT di Lotim Kehilangan Puluhan Juta

Lombok Timur, IDN Times - Nasib apes dialami seorang ibu rumah tangga di Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ia kehilangan uang puluhan juta rupiah setelah menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis melalui telepon.
Korban dijanjikan hadiah uang berlipat ganda dari nominal uang yang ditransfer. Ia tak menduga bahwa dirinya akan mengikuti keinginan dari pelaku.
1. Berawal dari menerima telepon dari orang tidak dikenal

Dari keterangan Mahyadi, salah seorang kerabat korban, kejadian dugaan penipuan ini berawal dari percakapan telepon yang diterima oleh korban. Percakapan awal tampak biasa saja, tetapi tak lama setelah itu, korban terlihat sangat bersemangat mencari pinjaman uang untuk ditransfer ke nomor rekening yang diberikan penelpon.
"Saat itu, korban terlihat bersemangat mencari pinjaman uang sebesar Rp53 juta dan setelah dapat pinjaman langsung ia transfer ke nomor rekening yang diberikan si penelpon,” ungkap Mahyadi.
2. Dijanjikan uang berlipat ganda

Korban dijanjikan uang oleh si penelepon dengan pengembalian berlipat ganda dari nominal uang yang akan ditransfer, tetapi bukanya mendapatkan hadiah, korban kembali diminta untuk transfer tambahan uang sejumlah Rp125 juta dengan ancaman akan membatalkan hadiah yang akan diberikan.
Ancaman tersebut membuat korban semakin panik, sehingga korba berusaha kembali mengumpulkan uang sebesar Rp125 juta dengan cara kembali meminjam dari beberapa tetangga.
"Beruntung, rencana transfer uang tersebut berhasil digagalkan oleh pemilik BRI Link di Desa Lenting yang merasa curiga dengan kondisi korban, sehingga uang tersebut batal ditransfer," jelas Mahyadi.
3. Polisi himbau warga tidak terpengaruh dengan telepon orang tidak dikenal

Humas Polres Lotim, Nicolas Usman mengatakan, kasus yang menimpa korban ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang semakin canggih, karena pelaku penipuan seringkali memanfaatkan situasi dan kondisi korban untuk melancarkan aksinya.
“Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan dengan hipnotis yang kian marak,” ujar Nikolas.
Nikolas juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika berkaitan dengan permintaan transfer uang dalam jumlah besar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib jika mengalami pengalaman yang mencurigakan," tutupnya.



















