Kantor Kejati NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Eks Sekda NTB itu menjelaskan awalnya diajukan proposal ke Kemenparekraf untuk mendukung MXGP 2023 yang digelar di Sirkuit Samota Sumbawa dan Sirkuit Selaparang, Kota Mataram pada bulan Juni dan Juli 2023. Namun, tidak ada anggaran pada APBN murni 2023 di Kemenparekraf.
Kemudian sekitar bulan September 2023, tersedia anggaran sebesar Rp24 miliar. Oleh pelaksana teknis di Kemenparekraf, tidak bisa melakukan pembayaran event yang sudah berlangsung, karena MXGP 2023 dilaksanakan pada bulan Juni.
"Pelaksana teknis di sana (Kemenparekraf) tidak bisa melaksanakan pembayaran event yang sudah berlangsung, yaitu MXGP bulan Juni. Sementara APBN Perubahan sekitar bulan September atau Oktober, jadi tidak bisa reimburse," jelas Gita.
Kemudian anggaran sebesar Rp24 miliar digunakan untuk penyelenggaraan LSMC 2023. Gita mengatakan dia dipanggil Kemenparekraf terkait dengan penyelenggaraan LSMC 2023, setelah semua pihak terkait lainnya setuju dilaksanakan LSMC 2023.
"Dan waktu itu saya meng-ACC (menyetujui) karena ada rangkaian memeriahkan HUT NTB supaya ada keramaian. Kita bersyukur ada anggaran waktu itu," terangnya.
Terkait teknis administratif, dia membuat surat pendelegasian kewenangan kepada Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaludin Maladi. Kepala Dinas Pariwisata NTB yang menandatangani perjanjian kerjasama dan pelaksanaan teknis penyelenggaraan LSMC berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 556-660 Tahun 2023 tanggal 3 Oktober 2023.