Mataram, IDN Times - Ekonomi provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Triwulan II-2023 terhadap Triwulan I-2023 tumbuh negatif atau mengalami kontraksi sebesar 0,11 persen (q-to-q). Begitu juga ekonomi NTB triwulan II-2023 terhadap triwulan II-2022 mengalami kontraksi sebesar 1,54 persen (y-on-y).
Pertumbuhan ekonomi NTB yang negatif pada triwulan II-2023 akibat lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi terdalam sebesar 21,94 persen dari sisi produksi. Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi terdalam mencapai 35,26 persen.
