Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPO Kasus Pemerkosaan di Sabu Raijua NTT Coba Bunuh Diri saat Ditangkap
Buron pemerkosaan di Sabu Raijua coba bunuh diri. (Dok Polres Sabu Raijua)
  • Pelaku pemerkosaan berinisial MLP (33) di Sabu Raijua mencoba bunuh diri dengan menusuk dada saat hendak ditangkap polisi setelah lama menjadi buronan.
  • Pihak kepolisian mengevakuasi pelaku ke RSUD Sabu Raijua untuk perawatan medis dan memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
  • Korban mengungkap pelaku telah berulang kali memperkosanya, dengan kejadian paling brutal pada 12 Mei 2026 hingga menyebabkan pendarahan hebat sebelum akhirnya dilaporkan ke polisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang buronan kasus pemerkosaan berinisial MLP alias Marten mencoba bunuh diri dengan menusuk dadanya menggunakan pisau saat hendak ditangkap polisi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.
  • Who?
    Pelaku bernama MLP alias Marten (33), korban seorang ibu rumah tangga berinisial MLP (57), serta aparat Polres Sabu Raijua yang dipimpin AKBP Paulus Naatonis.
  • Where?
    Kejadian penangkapan terjadi di tempat persembunyian pelaku di wilayah Kabupaten Sabu Raijua, sedangkan tindak pemerkosaan berlangsung di Desa Ledeke, Kecamatan Sabu Liae.
  • When?
    Pemerkosaan terjadi pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WITA, sementara upaya penangkapan dan percobaan bunuh diri dilaporkan pada Jumat, 29 Mei 2026.
  • Why?
    Pelaku nekat melakukan tindakan tersebut karena panik saat hendak ditangkap polisi setelah menjadi buronan atas kasus pemerkosaan disertai kekerasan terhadap korban.
  • How?
    Saat digerebek polisi, pelaku mengambil pisau dapur lalu menusuk dadanya sendiri. Petugas segera mengevakuasi ke RSUD Sabu Raijua untuk perawatan medis dan tetap melakukan pengawasan ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang jahat namanya Marten, dia buat ibu umur 57 tahun jadi sakit dan berdarah. Polisi cari dia lama sekali. Waktu polisi mau tangkap, Marten tusuk dadanya sendiri pakai pisau. Polisi cepat bawa dia ke rumah sakit supaya dirawat. Sekarang dia dijaga ketat dan nanti akan ditahan oleh polisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Buronan kasus pemerkosaan berinisial MLP alias Marten (33) nekat mencoba mengakhiri hidupnya saat hendak ditangkap polisi. MLP sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah diduga memperkosa seorang ibu rumah tangga di Desa Ledeke, Kecamatan Sabu Liae.

Peristiwa itu terjadi pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui jendela dan celah atap yang tidak dipasangi plafon, kemudian memaksa korban berhubungan seksual. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pendarahan hebat dan tidak berdaya.

1. Tusuk dada dengan pisau

ilustrasi pisau (pexels.com/Markus Spiske)

Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis, menyebut pelaku MLP digerebek saat berada di tempat persembunyiannya. Ketika melihat aparat coba menangkapnya, pelaku langsung mengambil sebilah pisau dapur dan nekat menusukan ke dadanya sendiri.

"Tersangka melakukan tindakan nekat dengan menusuk dada dengan pisau sehingga petugas langsung mengevakuasi pelaku ke RSUD Kabupaten Sabu Raijua agar mendapatkan penanganan medis," kata Paulus, Jumat (29/5/2026).

Ia menegaskan pihaknya tetap mengawasi pelaku selama menjalani perawatan. Pengawasan ini dilakukan dengan ketat hingga akan dilakukan penahanan.

2. Hak mendapat perawatan

Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)

Ia juga menegaskan pasca-terjadinya percobaan bunuh diri ini, pelaku masih berhak untuk mendapatkan penanganan medis. Selanjutnya proses hukum terhadap pria tersebut akan tetap berjalan terkait laporan polisi Nomor LP/B/51/V/2026/SPKT/Polres Sabu Raijua/Polda NTT tertanggal 12 Mei 2026.

"Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan kemanusiaan. Kondisi kesehatan pelaku juga menjadi perhatian agar proses pemeriksaan dapat berjalan dengan baik," katanya.

3. Sudah berulangkali

Ilustrasi polisi tiba di TKP. (pexels/Pixabay)

Dalam keterangannya kepada polisi, korban menyebut pelaku sudah beberapa melakukan pemerkosaan disertai kekerasan hingga akhirnya paling brutal pada 12 Mei lalu. Korban sendiri ditemukan pertama kali oleh anak asuhnya keesokan paginya ketika akan mengambil seragam sekolah.

Setelah ia melaporkan hal tersebut, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan mengamankan barang bukti. Sementara pelaku melarikan diri dan menjadi buronan polisi.

Editorial Team

Related Article