Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dispar NTB Dorong Pelaku Usaha Tingkatkan Kualitas Ekraf
Peserta bimtek yang diselenggarakan oleh Dispar NTB (dok Istimewa)

Mataram, IDN Times - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Hal ini bertujuan agar ekraf yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengadakan bimbingan teknis (bimtek).

”Kami berikan bimbingan teknis. Dibantu ahli dari Jakarta,” kata Kepala Dispar NTB Jamaluddin, di Mataram, Kamis (10/8/2023).

Jamal mengatakan, pelaku ekraf merupakan bagian penting pada industri pariwisata. Selain destinasi, produk dan karya dari pelaku ekraf merupakan faktor pendorong datangnya wisatawan ke Lombok dan Sumbawa.

1. Ajak wisatawan belanja

Peserta bimtek yang diselenggarakan oleh Dispar NTB (dok Istimewa)

Dengan produk ekraf yang bagus, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi. Tidak hanya datang menonton event internasional, seperti Motocross Grand Prix maupun MotoGP di Sirkuit Mandalika. Tapi, juga belanja produk ekraf sehingga mendorong geliat ekonomi masyarakat.

”Wisatawan itu akhirnya menjadi Rojali, rombongan jadi beli. Bukan hanya Rohali, rombongan hanya lihat-lihat saja,” ujar Jamal berseloroh.

Kata Jamal, bimtek yang dilaksanakan kemarin bukan berarti produk ekraf dari NTB masih memiliki banyak kekurangan. Bahkan sebaliknya, sudah banyak produk ekraf pada jenama tertentu, sudah beken di skala nasional bahkan internasional.

2. Tingkatkan kualitas produk

Pembukaan Bimtek oleh Dispar NTB (Dok Istimewa)

Bimtek membuat pelaku UMKM di Provinsi NTB bisa memahami lebih jauh mengenai ekosistem ekraf di industri pariwisata. Menjadikan seluruh produk yang diciptakan menjadi lebih bagus dan baik lagi. Sehingga bisa lebih banyak menarik wisatawan untuk berbelanja.

Termasuk juga memberikan pemahaman lebih jauh kepada pelaku ekraf, dalam mempromosikan produk mereka secara digital. ”Ketika nanti banyak tamu datang dan barangnya bagus, mereka belanja, jadi Rojali. Kalau tidak bagus, mungkin tidak mau belanja,” kata Jamal.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar NTB Endah Setyorini mengatakan, total ada 35 pelaku ekraf yang mengikuti bimbingan teknis. Masing-masing dua orang dari kabupaten/kota di Pulau Sumbawa dan sisanya dari Pulau Lombok.

”Dari Lombok Tengah yang terbanyak, ada 6 orang,” kata Endah.

3. Potensi ekraf NTB

Pembukaan Bimtek oleh Dispar NTB (Dok Istimewa)

Menurutnya, Provinsi NTB memiliki potensi cukup besar dalam bidang ekraf. Ini juga didukung dengan SDM yang produktif dalam mengembangan usaha ekraf. Sehingga dengan potensi yang ada, diharapkan bisa memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Potensi yang ada harus tetap dibina dan dikembangkan untuk mengawal pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. ”Dinas memiliki tugas fungsi memberikan stimulus untuk mempercepat pengembangan ekraf,” ujar Endah.

Lebih lanjut, bimbingan teknis ini penting dalam menjawab tuntutan dari perkembangan industri pariwisata. Pelaku ekraf bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan lebih maksimal; menciptakan pelaku ekraf lebih kompeten dan berdaya saing; serta meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku ekraf.

”Ini juga membuka kesempatan bagi pelaku ekraf untuk terlibat dalam sejumlah program dari kementerian dan lembaga,” tandas Endah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article