Para siswa yang diduga keracunan MBG saat dirawat di Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir))
Sebelumnya, ratusan siswa SD dan MTs di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) usai menkonsumsi menu kebab ayam, Jumat (11/9/2026). BGN Regional NTB memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan MBG ditutup sementara.
Eko menjelaskan saat ini, pihaknya sedang melengkapi data-data dan fakta di lapangan. Selain itu, pihaknya saat ini fokus dengan pemantauan dan pemulihan korban. Eko mengungkapkan bahwa SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu yang menyalurkan MBG kepada para siswa sudah dilaporkan ke BGN RI. Dia mengatakan SPPG tersebut akan dikenakan sanksi.
"Laporan sudah naik ke pusat, dan SPPG akan diberhentikan sementara," tegas Eko.
Dia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa ratusan siswa SD dan MTs di Kecamatan Batukliang Lombok Tengah. Selain itu, permohonan maaf juga disampaikan kepada para wali murid dan pihak sekolah.
Eko juga menyampaikan update data jumlah siswa yang menjadi korban keracunan MBG di Lombok Tengah. Berdasarkan data by name by address hingga Jumat (11/9/2026) pukul 18.00 WITA, jumlah korban sebanyak 333 orang. Sebelumnya, berdasarkan data Tim Surveilans Dinas Kesehatan Lombok Tengah, jumlah korban sebanyak 352 orang.
Jumlah korban yang berobat ke Puskesmas Mantang sebanyak 51 orang. Kemudian Puskesmas Aik Darek sebanyak 86 orang, Puskesmas Pringgarata sebanyak 180 orang dan Puskesmas Bagu sebanyak 16 orang.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa berupa kebab ayam, terdiri dari kulit kebab, daging ayam fillet, stik tempe, timun, selada, dan buah salak. Para siswa yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami sejumlah gejala meliputi pusing, mual, muntah, dan sakit perut.