Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bocah 11 Tahun Tewas Diserang Anjing Liar di Lombok Timur
ilustrasi anjing liar (pexels.com/Lucas Pezeta)
  • Seorang bocah 11 tahun di Lombok Timur tewas diserang empat anjing liar saat bermain layang-layang di area persawahan sekitar 600 meter dari rumahnya.
  • Korban mengalami luka gigitan parah di leher, punggung, dan perut hingga kehilangan banyak darah sebelum tiba di Puskesmas Sikur.
  • Polisi bersama tim kesehatan hewan melakukan olah TKP dan penyisiran untuk menangani populasi anjing liar serta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Timur, IDN Times – Kejadian memilukan menimpa seorang siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) berinisial RJ (11), warga Dusun Mertak Bireng, Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. RJ meninggal dunia setelah menjadi korban serangan brutal segerombolan anjing liar saat bermain layang-layang, Senin (13/4/2026) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA di area persawahan milik warga. Lokasi kejadian diketahui berjarak kurang lebih 600 meter dari kediaman korban.

1. Digigit saat bermain layang-layang

ilustrasi gigitan anjing (www.nyoooz.com)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban asyik bermain bersama temannya. Tiba-tiba, segerombolan anjing liar yang diperkirakan berjumlah empat ekor muncul dan langsung menyerang korban secara membabi buta.

Melihat temannya dalam bahaya, saksi spontan berteriak histeris meminta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh Maliki (40), seorang petani yang berada tidak jauh dari lokasi.

Tanpa ragu, Maliki berusaha menghalau kawanan anjing dengan tangan kosong. Namun, ia justru ikut menjadi korban gigitan di bagian tangan kanannya.

Bantuan akhirnya datang setelah warga lain berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka kemudian bersama-sama mengusir kawanan anjing liar tersebut hingga situasi berhasil dikendalikan.

2. Nyawa tidak tertolong akibat pendarahan hebat

Ilustrasi meninggal dunia. (IDN Times/Mardya Shakti)

Korban yang sudah dalam kondisi kritis segera dilarikan ke Puskesmas (PKM) Sikur menggunakan kendaraan pribadi. Namun nahas, nyawa bocah malang tersebut tidak dapat diselamatkan.

Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas akibat pendarahan hebat. Berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan oleh dr. Farid Wajdi di PKM Sikur, korban mengalami luka gigitan sangat fatal di bagian leher kiri dan kanan. Selain itu, ada luka robek di punggung dan perut. Luka-luka inilah yang menyebabkan korban kehilangan banyak darah dalam waktu singkat.

3. Polisi lakukan olah TKP

Ilustrasi Kepolisian Polres Lotim, melakukan olah TKP (IDN Times/Humas Polres Lotim)

Pihak Kepolisian Sektor Sikur bersama Tim Inafis Polres Lombok Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi kini bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan tim kesehatan hewan (Veritier) untuk melakukan penanganan khusus terhadap populasi anjing liar di wilayah Desa Semaya.

Kepala Seksi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait sedang melakukan penyisiran dan penanganan terhadap anjing-anjing liar yang berkeliaran. Ia juga mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang memiliki anak-anak, untuk lebih meningkatkan pengawasan. Hindari membiarkan anak bermain sendirian di tempat sepi atau terbuka yang jauh dari pantauan orang tua. Selain itu, bagi warga yang memelihara hewan, diharapkan menanganinya dengan baik agar tidak berkeliaran dan mengganggu ketertiban umum," ucapnya.

Lebih lanjut, ia meminta warga segera melaporkan ke pihak berwajib atau dinas terkait jika menemukan indikasi keberadaan hewan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Editorial Team