Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berangkat Sekolah, Kapal Berisi 15 Pelajar Tenggelam di Perairan Rote Ndao
Petugas Polsek Rote Barat Daya Polres Rote Ndao NTT meninjau kapal terkait insiden kapal tenggelam saat akan ke sekolah. (Dok Polres Rote Ndao)
  • Sebuah kapal pengangkut 15 pelajar di Rote Ndao, NTT, terbalik pada Selasa pagi akibat kemudi patah saat berlayar dari Dusun Lohaen menuju Pelabuhan Namoninilu.
  • Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun beberapa ponsel rusak dan seorang siswa kehilangan ijazah serta surat keterangan lulus karena terendam air.
  • Polisi memastikan kecelakaan tersebut murni disebabkan kerusakan kemudi kapal, bukan faktor cuaca atau gelombang laut, dan situasi di lokasi tetap aman serta kondusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sebuah kapal body batang yang mengangkut 15 pelajar asal Dusun Lohaen terbalik dan tenggelam di perairan Namoninilu, Rote Ndao, NTT. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
  • Who?
    Kapal dinakhodai Jems Djami dan mengangkut 15 pelajar SMP, SMA, serta SMK dari Dusun Lohaen. Evakuasi dilakukan oleh warga setempat Yusuf Kiki dan Johanis Kiki bersama aparat kepolisian.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di perairan Namoninilu, Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Selasa pagi, 14 Juli 2026 sekitar pukul 07.15 WITA saat kapal berlayar dari Dusun Lohaen menuju Pelabuhan Namoninilu.
  • Why?
    Kecelakaan disebabkan kemudi kapal patah sehingga nahkoda kehilangan kendali. Kondisi laut saat kejadian dilaporkan tenang tanpa cuaca buruk atau gelombang tinggi.
  • How?
    Dua kapal milik warga yang melihat kejadian segera menolong dengan mengevakuasi seluruh penumpang ke pantai Dusun Lohaen. Kapal kemudian ditarik kembali ke darat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kapal bawa lima belas anak sekolah di Rote, NTT, mau pergi ke sekolah tapi kapalnya terbalik karena setirnya patah. Anak-anak dan kaptennya diselamatkan oleh dua kapal lain yang datang cepat. Tidak ada yang meninggal, tapi banyak handphone rusak dan satu anak kehilangan ijazahnya. Sekarang semua sudah aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Kapal bodi batang yang mengangkut 15 pelajar asal Dusun Lohaen, Desa Landu, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbalik dan tenggelam. Peristiwa itu terjadi di perairan Namoninilu pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 07.15 WITA.

Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono melalui Kapolsek Rote Barat Daya Ipda Subur Gunawan membenarkan insiden tersebut. Saat kejadian, kapal sedang mengangkut para pelajar menuju sekolah.

1. Kemudi stir patah

Petugas Polsek Rote Barat Daya Polres Rote Ndao NTT meninjau kondisi korban kapal tenggelam saat akan ke sekolah. (Dok Polres Rote Ndao)

Awalnya pada pelajar ini hendak menyeberang untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah. Mereka menumpang ke kapal yang dinakhodai Jems Djami. Mereka kemudian bertolak dari Dusun Lohaen menuju Pelabuhan Namoninilu di Desa Oebou. Para pelajar sekitar pukul 07.10 WITA.

Tak lama berlayar kapal mereka terbalik akibat kemudi atau stir kapal itu mengalami kerusakan hingga patah.

"Sehingga nahkoda kehilangan kendali dan terjadi kecelakaan laut kapal body batang pengangkut anak sekolah pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 07.15 WITA," kata Subur

2. Tak ada korban jiwa tapi ada kehilangan ijazah

Petugas Polsek Rote Barat Daya Polres Rote Ndao NTT menuju korban l terkait insiden kapal tenggelam saat akan ke sekolah. (Dok Polres Rote Ndao)

Beruntung, pada saat kejadian itu ada dua kapal body batang yang melihatnya sehingga memberikan pertolongan. Dua kapal ini dinahkodai warga setempat yakni Yusuf Kiki dan Johanis Kiki.

"Mereka menyaksikan kejadian dari pantai Dusun Lohaen segera bergerak menggunakan kapal mereka," tukasnya.

Mereka pun mengevakuasi seluruh pelajar beserta nahkoda kemudian menarik kapal yang terbalik kembali ke pantai Dusun Lohaen. Dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa.

"Tidak ada korban jiwa. Nahkoda bersama siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK dalam keadaan sehat," ujar Subur.

Akibat dari kecelakaan itu, kata dia, sebanyak 13 telepon genggam milik para pelajar rusak akibat terendam air, termasuk ada siswa yang kehilangan ijazahnya.

"Seorang siswa bernama Jali Haning yang kehilangan ijazahnya dan satu surat keterangan lulus," tambah dia.

3. Murni kecelakaan

Petugas Polsek Rote Barat Daya Polres Rote Ndao NTT menuju korban l terkait insiden kapal tenggelam saat akan ke sekolah. (Dok Polres Rote Ndao)

Kondisi para korban dan kondisi kapal yang mengalami kecelakaan juga sudah diperiksa langsung oleh Kapolsek bersama 11 personel Polsek Rote Barat Daya mendatangi lokasi.

"Para personel sudah menyeberang ke Dusun Lohaen menggunakan kapal milik warga untuk menemui para korban dan memeriksa kondisi kapal," tukasnya.

Pihaknya memastikan insiden ini murni akibat kerusakan kemudi kapal karena kondisi laut saat kejadian dalam keadaan tenang, dan tidak ada cuaca buruk maupun gelombang tinggi. Kondisi Dusun Lohaen juga tetap aman dan kondusif pascakecelakaan tersebut.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan insiden ini murni karena kerusakan pada kapal khusus kemudinya," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article