Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bantuan Beras Presiden akan Dibagikan pada 55.700 Warga Miskin di Bima

Bantuan Beras Presiden akan Dibagikan pada 55.700 Warga Miskin di Bima
Stok beras yang berada di gudang Bulog Ponorogo saat ini tersedia 7000 ton. IDN Times/ Humas Bulog Ponorogo
Share Article

Bima, IDN Times - Bantuan sosial (bansos) berupa beras 10 kilogram untuk 55.700 warga miskin di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan segera disalurkan. Dalam waktu dekat, bantuan beras tersebut akan diberikan kepada warga miskin yang tersebar di 191 desa di Bima.

"Besok tahap akhir rapat finishing data penerima bansos, setelah itu beras akan disalurkan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima, Muhammad Natsir dikonfirmasi Senin (29/1/2024).

1. Gak ada kaitan dengan politik

ilustrasi pemilu (freepik.com/freepik)
ilustrasi pemilu (freepik.com/freepik)

Natsir menegaskan, tidak ada kaitannya antara bantuan beras ini dengan kepentingan politik, meski disalurkan saat momen Pemilu. Menurutnya, bansos murni bantuan dari Presiden melalui Badan Pangan Nasional (BPN). Tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan akibat dari gangguan pangan di daerah.

"Gak ada urusannya dengan politik, yang rakyat butuh sekarang beras. Itu yang mereka lihat, gak lihat politiknya," tegas dia.

2. Disalurkan dalam tiga bulan pertama

ilustrasi beras (IDN Times/Daruwaskita)
ilustrasi beras (IDN Times/Daruwaskita)

Bansos beras akan disalurkan dalam tiga bulan pertama, mulai Januari hingga Maret 2024 mendatang. Tidak menutup kemungkinan, penyaluran bantuan bahkan akan terus diperpanjang oleh presiden.

"Bisa diperpanjang juga, tergantung kondisi pangan di daerah," beber mantan Sekretaris Dispertanbun Kabupaten Bima ini.

Ia berharap bantuan beras ini dapat meringankan beban masyarakat. Terutama masyarakat miskin berpenghasilan rendah.

3. Pengawasan penyaluran akan diperketat

NEWS.COM
NEWS.COM

Natsir mengatakan pihaknya akan perketat pengawasan pada proses penyaluran bansos beras. Sehingga bantuan nanti benar-benar sampai ke tangan penerima manfaat yang tepat.

"Kami di dinas tugasnya hanya awasi, yang bagian eksekutornya adalah Bulog Bima," terangnya.

Sementara itu, jika ada penerimaan manfaat tercatat sebagai aparat desa atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), ia sarankan agar diganti ke warga miskin lain yang dianggap layak dapat bantuan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Polda NTB Sita 15,4 Kg Sabu dan Ganja, 574 Tersangka Diringkus

26 Jun 2026, 18:07 WIBNews