Kesal Lambat Dilayani saat Isi BBM, Pria di Bima Bacok Pegawai SPBU

Bima, IDN Times - Seorang pria berusia sekitar 38 tahun babak belur diamuk massa di depan Kantor Camat Woha Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (29/1/2024). Warga Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu ini diamuk massa usai menganiaya dengan membacok salah satu pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha.
"Informasinya, pelaku ini bacok pegawai SPBU Rabakodo diduga karena kesal lambat dilayani saat isi bensin," kata Camat Woha, Irfan dikonfirmasi Senin (29/1/2024).
1. Terjatuh saat dikejar warga

Usai membacok korban, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor dan dikejar oleh sejumlah warga. Saat dikejar, pelaku lalu terjatuh dari sepeda motornya tepat di jalan raya depan kantor Camat Woha.
"Dia terjatuh dari motor di depan kantor Camat Woha," terang mantan Kabid Penta Disnakertrans Kabupaten Bima ini.
Pada saat itu, pelaku berusaha melarikan diri namun dicegat oleh sejumlah warga. Pada saat itulah dirinya dikeroyok hingga babak belur.
2. Pelaku diamuk massa

Saat terjatuh, terduga pelaku langsung diamuk massa dan kemudian berhasil lari keluar dari kerumunan untuk mengamankan diri di warung milik warga setempat. Selanjutnya, pelaku dievakuasi menggunakan mobil polisi ke kantor Polsek Woha untuk diproses hukum lebih lanjut.
"Tadi saya turun melerai dan menahan warga hingga akhirnya pelaku dievakuasi oleh Polsek Woha dari kepungan warga," kata Irfan.
Usai peristiwa tersebut, situasi di tempat kejadian perkara (TKP) berangsur kondusif. Para pegawai SPBU dan warga sekitar lokasi telah diberikan imbauan agar mempercayakan penyelesaian kasus oleh pihak kepolisian.
"Korban yang dibacok telah dibawa ke Puskesmas. Pegawai SPBU dan keluarganya di Desa Talabiu telah diberikan imbauan. Kini, situasi di TKP berangsur kondusif," bebernya.
3. Pelaku diamankan di Polres Bima

Kapolsek Woha, AKP Sudirman yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Pelaku berhasil diamankan dari amukan massa dan kini telah diserahkan ke Mako Polres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut.
"Iya benar, terduga pelaku berhasil kami evakuasi. Sekarang kasusnya di tangani di Mako Polres Bima," tandas Sudirman.



















