Lombok Barat, IDN Times - Sebanyak 216 siswa SMAN 1 Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, terpaksa harus menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang kelas darurat sejak awal tahun pelajaran 2026/2027. Langkah ini diambil pihak sekolah menyusul kondisi enam ruang kelas di bagian belakang yang dinilai sudah tidak layak pakai dan terancam ambruk. Pihak sekolah berinisiatif menjadikan kantin sebagai kelas darurat.
Kepala SMAN 1 Gunungsari, Musyrifin, menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah antisipatif dengan mengosongkan ruangan-ruangan tersebut. Keputusan ini diperkuat setelah Tim Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB turun langsung melakukan pengecekan sebanyak dua kali dan merekomendasikan agar ruangan tersebut sterilkan atau disegel demi keselamatan siswa.
"Setelah dicek ulang memang gak layak dipakai dan berisiko untuk digunakan. Jadi kita pilih aman saja untuk keselamatan anak-anak (siswa) itu yang utama," kata Musyrifin di SMAN 1 Gunungsari Lombok Barat, Selasa (28/7/2026).
