333 Siswa Keracunan Kebab MBG, Akankah Kepala SPPG Disanksi?

- BGN Regional NTB melaporkan SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu ke pusat dan menghentikan operasionalnya sementara setelah dugaan keracunan MBG di Batukliang.
- Data hingga Jumat pukul 18.00 WITA mencatat 333 siswa terdampak, turun dari laporan awal 352 orang; seluruh korban telah dipulangkan dan tidak ada yang dirawat.
- Siswa mengalami pusing, mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap kebab ayam MBG; BGN menunggu hasil uji laboratorium dan arahan pusat terkait tindak lanjut.
Mataram, IDN Times - Ratusan siswa SD dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) usai menkonsumsi menu kebab ayam, Jumat (11/9/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) Regional NTB memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan MBG bakal ditutup sementara.
Selain penutupan sementara dapur MBG, apakah Kepala SPPG juga akan kena sanksi pemecatan? Koordinator BGN Regional NTB, Eko Prasetyo mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari BGN RI.
Saat ini, pihaknya sedang melengkapi data-data dan fakta di lapangan. Selain itu, pihaknya saat ini fokus dengan pemantauan dan pemulihan korban.
"Apakah nanti adanya pemanggilan kepada yang bersangkutan (Kepala SPPG), kami masih menunggu arahan," kata Eko dikonfirmasi Jumat (11/9/2026) malam.
1. SPPG telah dilaporkan ke BGN

Koordinator BGN Regional NTB Eko Prasetyo. (IDN Times/Muhammad Nasir) Eko mengungkapkan bahwa SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu yang menyalurkan MBG kepada para siswa sudah dilaporkan ke BGN RI. Dia mengatakan SPPG tersebut akan dikenakan sanksi.
"Laporan sudah naik ke pusat, dan SPPG akan diberhentikan sementara," tegas Eko.
Dia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa ratusan siswa SD dan MTs di Kecamatan Batukliang Lombok Tengah. Selain itu, permohonan maaf juga disampaikan kepada para wali murid dan pihak sekolah.
2. Jumlah korban berkurang jadi 333 orang

Para siswa korban keracunan MBG saat dirujuk ke Puskesmas Pringgarata Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Eko juga menyampaikan update data jumlah siswa yang menjadi korban keracunan MBG di Lombok Tengah. Berdasarkan data by name by address hingga Jumat (11/9/2026) pukul 18.00 WITA, jumlah korban sebanyak 333 orang. Sebelumnya, berdasarkan data Tim Surveilans Dinas Kesehatan Lombok Tengah, jumlah korban sebanyak 352 orang.
Dia menyebutkan jumlah korban yang berobat ke Puskesmas Mantang sebanyak 51 orang. Kemudian Puskesmas Aik Darek sebanyak 86 orang, Puskesmas Pringgarata sebanyak 180 orang dan Puskesmas Bagu sebanyak 16 orang.
"Total semua korban sampai pukul 18.00 WITA adalah 333 orang. Sudah dipulangkan semua dan sudah tidak ada yang dirawat," jelas Eko.
3. Siswa mengalami mual, muntah, pusing dan sakit perut usai konsumsi kebab ayam

Menu MBG kebab ayam yang dikonsumsi para siswa. (IDN Times/Muhammad Nasir) Menu MBG yang dikonsumsi siswa berupa kebab ayam, terdiri dari kulit kebab, daging ayam fillet, stik tempe, timun, selada, dan buah salak. Para siswa yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami sejumlah gejala meliputi pusing, mual, muntah, dan sakit perut.
"Berkaitan dengan tindak lanjut kejadian ini, kami akan menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan pusat dan bersama-sama menunggu hasil laboratorium terhadap sampel makanan yg diproduksi hari ini. Kami akan selalu memantau perkembangan di lapangan terkait kejadian ini," tandas Eko.


















