Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

SPPG akan Ditutup Sementara usai Ratusan Siswa Keracunan MBG di Lombok

Kota Mataram
SPPG akan Ditutup Sementara usai Ratusan Siswa Keracunan MBG di Lombok
Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani mengunjungi siswa yang keracunan MBG di Puskesmas Pringgarata Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Istimewa)
Share Article

Mataram, IDN Times - Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi NTB memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu bakal ditutup sementara usai ratusan siswa di Kecamatan Batukliang, keracunan massal pada Jumat (11/9/2026). Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani mengatakan peristiwa tersebut merupakan kejadian yang sangat fatal.

"Pasti di-suspend (tutup sementara), sudah direkomendasikan ke BGN. Tadi saya juga sudah kontak dengan pak Deputi, diminta untuk membuat kronologinya, untuk dilakukan tindakan," kata Fathul dikonfirmasi di Mataram, Jumat (11/9/2026) malam.

  1. 1. Semua korban sudah dipulangkan ke rumah

    IMG-20260911-WA0061.jpg
    Para siswa yang dirujuk ke Puskesmas Pringgarata Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Fathul menyebut jumlah siswa yang menjadi korban sebanyak 352 orang. Korban dirujuk ke empat puskesmas yaitu Puskesmas Pringgarata, Puskesmas Aik Darek, Puskesmas Mantang dan Puskesmas Bagu Lombok Tengah.

    Berdasarkan laporan terakhir yang diterima, semua korban sudah pulang ke rumah. "Tapi tetap kita update siapa tahu ada yang datang lagi ke Puskesmas, kita perlu terus update kondisi lapangan," kata dia.

  2. 2. Pelajaran bagi seluruh SPPG di wilayah NTB

    IMG-20260911-WA0042.jpg
    Menu MBG kebab ayam yang dikonsumsi para siswa. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Asisten I Setda NTB itu menegaskan bahwa kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa SD dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Batukliang Lombok Tengah tersebut menjadi pelajaran bagi SPPG lainnya di wilayah NTB. Dia meminta kasus ini dijadikan pembelajaran untuk melakukan introspeksi dan evaluasi seluruh SPPG yang berada di wilayah NTB.

    "Hati-hati memilih jenis makanan yang diolah. Pastikan kondisinya bersih, higienis dan sebagainya. Harus diperhatikan termasuk waktu pendistribusiannya. Dan dipastikan ada label maksimum waktu dikonsumsi harus jelas tertera sesuai dengan surat edaran dari BGN," ujar Fathul.

  3. 3. Penyebab keracunan menunggu hasil uji laboratorium

    IMG-20260911-WA0071(1).jpg
    SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Fathul mengatakan untuk penyebab kasus keracunan massal itu masih dilakukan uji laboratorium. Sampel makanan yang menyebabkan ratusan siswa mual, muntah, pusing dan sakit perut sudah diambil untuk dilakukan uji laboratorium oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram.

    "Untuk uji laboratorium itu nanti BBPOM Mataram. Kita lihat perkembangan, hasilnya akan keluar Senin atau Selasa pekan depan," kata dia.

    Informasi awal yang diterima, makanan diantarkan ke beberapa sekolah pada pukul 08.15 WITA dan mulai dibagikan kepada penerima manfaat pada pukul 09.00 WITA. Keluhan atau gejala mulai dirasakan oleh para penerima manfaat pada rentang pukul 09.10 hingga 12.15 WITA.

    Informasi sementara hingga pukul 12.30 WITA, sebanyak 352 siswa yang mendapatkan penanganan di beberapa Puskesmas. Di antaranya, Puskesmas Pringgarata 144 orang, Puskesmas Aik Darek 124 orang, Puskesmas Mantang 67 orang dan Puskesmas Bagu 17 orang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More