Polisi Selidiki Kasus Ratusan Siswa Keracunan MBG di Lombok Tengah

- Polresta Lombok Tengah menyelidiki dugaan keracunan MBG yang menimpa 352 siswa dari lima sekolah di Kecamatan Batukliang, termasuk olah TKP di SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu.
- Para siswa mengalami pusing, mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi kebab ayam. Korban dirawat di empat puskesmas, dengan sebagian besar telah diperbolehkan pulang.
- Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium, sementara penyebab belum disimpulkan. Kapolresta mengingatkan SPPG mematuhi SOP penyaluran makanan.
Lombok Tengah, IDN Times - Polresta Lombok Tengah menyelidiki kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 352 siswa SD dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (11/9/2026). Satreskrim dan Tim Inafis Polresta Lombok Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu yang berada di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling.
"Dari Reskrim dan Inafis Polresta Lombok Tengah sudah ke sana. Sudah dilakukan olah TKP, cek semuanya. Kita nunggu seperti apa hasilnya," kata Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto dikonfirmasi usai meninjau korban keracunan MBG di Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9/2026).
1. Sebagian besar korban diperbolehkan pulang

Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto. (IDN Times/Muhammad Nasir) Hariyanto mengatakan para korban dirujuk ke sejumlah puskesmas di antarnya Puskesmas Pringgarata, Puskesmas Aik Darek, Puskesmas Mantang dan Puskesmas Bagu. Para korban cepat ditangani karena langsung dirujuk ke sejumlah puskesmas.
"Kemudian kesigapan dari perawat dan dokter yang ada di puskesmas, alhamdulillah adik-adik kita bisa ditangani dengan baik," kata dia.
Ratusan siswa yang menjadi korban keracunan MBG berasal dari lima sekolah di wilayah Kecamatan Batukliang Lombok Tengah yaitu SDN 2 Lendang Tampel, SDN Beber, SDN Repoq Puyung, SDN Mertak Kesambik dan MTs Qudwatun Hasanah.
2. Kapolresta Lombok Tengah ingatkan SPPG patuhi SOP

Salah satu siswa yang keracunan MBG terbaring lemas di Puskesmas Pringgarata Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Terkait kasus keracunan MBG ini, Hariyanto meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP). Sehingga penyaluran MBG kepada penerima manfaat tidak menimbulkan masalah.
"SPPG ini harus sesuai SOP yang ada. Aturan-aturan yang ada dari SPPG yang memberikan (MBG) ikutin saja, insyaallah aman," tandasnya.
Menu makanan yang dikonsumsi siswa berupa kebab ayam, terdiri dari kulit kebab, daging ayam fillet, stik tempe, timun, selada, dan salak. Para siswa yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami sejumlah gejala meliputi pusing, mual, muntah, dan sakit perut.
3. Sampel makanan dilakukan uji laboratorium

Para siswa yang diduga keracunan MBG saat dirawat di Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)) Data Tim Surveilans Dinas Kesehatan Lombok Tengah, ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan MBG dilarikan ke empat puskesmas. Di antaranya, Puskesmas Pringgarata 144 orang, Puskesmas Aik Darek 124 orang, Puskesmas Mantang 67 orang dan Puskesmas Bagu 17 orang.
Ketua Satgas MBG Lombok Tengah Lalu Rinjani mengatakan Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Dia mengatakan belum ada kesimpulan terkait penyebab ratusan siswa yang diduga keracunan MBG tersebut.
Dia mengatakan hasilnya akan keluar pada Sabtu (11/9/2026) besok. Terkait sanksi kepada SPPG, Rinjani mengatakan Korwil SPPG Lombok Tengah akan merekomendasikan ke BGN Pusat melalui Koordinator Wilayah BGN NTB.


















