Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

89 Rumah Rusak Berat Akibat Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah

Kab. Lombok Tengah
89 Rumah Rusak Berat Akibat Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah
Kondisi rumah warga yang rata dengan tanah di Desa Adat Sade Lombok Tengah. (dok. BPBD NTB)
  • Kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Sabtu malam 22 Agustus 2026, menyebabkan 89 rumah warga rusak berat; nilai kerugian masih dihitung.
  • Tim gabungan dari berbagai instansi di Pulau Lombok memadamkan api pada Minggu pukul 05.00 WITA. BPBD mendirikan tenda pengungsian, sementara penyebab kebakaran diselidiki.
  • Tidak ada korban jiwa. Pemerintah Desa Rembitan menyiapkan bangunan Kopdes Merah Putih bagi warga kehilangan tempat tinggal serta menyoroti kebutuhan anak-anak dan pemulihan kehidupan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lombok Tengah, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat sebanyak 89 rumah warga mengalami rusak berat akibat kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu malam (22/8/2026). Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20.10 WITA.

"Dampak ke akaran 89 rumah warga rusak berat, sementara total nilai kerugian masih dalam proses perhitungan," kata Sadimin, Minggu (23/8/2026).

  1. 1. Api berhasil dipadamkan Minggu (23/8/2026) pukul 05.00 WITA

    IMG-20260823-WA0018.jpg
    Kondisi rumah warga yang rata dengan tanah di Desa Adat Sade Lombok Tengah. (dok. BPBD NTB)

    Dia menjelaskan tim gabungan pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Pulau Lombok diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api. Penanganan kebakaran hebat itu melibatkan BPBD dan Damkarmat Provinsi NTB, BPBD dan Damkarmat Lombok Tengah, Damkarmat Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Mataram, hingga bantuan dari personel Polres Lombok Tengah, Brimob Polda NTB di Lombok Tengah, ITDC, serta masyarakat setempat.

    Sadimin mengungkapkan api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran setelah berjuang semalaman. Api benar-benar padam pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. "Kondisi saat ini api sudah dipadamkan sekitar pukul 05.00 WITA," kata dia.

  2. 2. Dirikan tenda untuk warga yang kehilangan tempat tinggal

    IMG-20260823-WA0009.jpg
    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api di Desa Wisata Adat Sade Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). (IDN Times/Istimewa)

    Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Lombok Tengah telah mulai mendirikan tenda-tenda pengungsian di sekitar lokasi. Saat ini, kata Sadimin, kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan warga korban terdampak kebakaran adalah tambahan tenda pengungsi untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.

    Terkait penyebab pasti kebakaran, kata dia, masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Namun, mengantisipasi kejadian serupa, Sadimin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

    Masyarakat diminta memeriksa secara berkala kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah. Kemudian jangan menggunakan kabel atau stop kontak yang sudah rusak, terkelupas, atau terbakar. Selain itu, menghindari penggunaan terlalu banyak colokan pada satu stop kontak.

    Masyarakat juga diminta mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, terutama saat meninggalkan rumah atau sebelum tidur. Masyarakat diminta jangan menempatkan kabel listrik di dekat sumber panas atau tempat yang mudah terkena air. Berikutnya, memastikan instalasi listrik rumah sesuai standar dan menggunakan pengaman listrik yang layak.

    "Segera matikan aliran listrik apabila tercium bau hangus atau terlihat percikan api dari peralatan listrik. Siapkan alat pemadam api ringan (APAR) atau sarana pemadaman sederhana yang aman dan mudah dijangkau," kata dia.

  3. 3. Tidak ada korban jiwa

    IMG-20260823-WA0015.jpg
    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Adat Sade Lombok Tengah,Sabtu malam (22/8/2026). (dok. Istimewa)

    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Di tengah suasana kepanikan dan duka, Iqbal menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pertama dalam penanganan musibah tersebut.

    Pemerintah Desa Rembitan telah menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal yaitu bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Iqbal menegaskan, penanganan warga terdampak tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian.

    Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak agar kehidupan mereka tidak semakin terganggu akibat musibah tersebut. Dia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Desa Adat Sade di tengah proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran.

    Setelah warga berada dalam kondisi aman dan kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah daerah akan bersama-sama membangun kembali kehidupan masyarakat. Keselamatan warga, pemulihan kehidupan, dan upaya menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Sasak akan menjadi langkah bersama untuk bangkit dari musibah kebakaran tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More