Uji coba makan bergizi gratis. (Dok. Istimewa)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Aidy Furqan menyebutkan sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 9 Oktober 2024 terdapat 1,2 juta anak TK, SD, SMP dan SMA sederajat yang akan menjadi sasaran program makan bergizi gratis. Namun, jika memasukkan balita, ibu hamil dan santri pondok pesantren, sasarannya sebanyak 1,7 juta orang berdasarkan data Korem 162/WIra Bhakti.
Dinas Dikbud NTB sedang membuat peta zona untuk distribusi per kabupaten/kota di NTB. Nantinya, balita, anak TK dan siswa SD kelas 1,2,3 akan mendapatkan sarapan gratis. Sedangkan siswa SD kelas 3,4,6 hingga pelajar SMA akan mendapatkan makan siang gratis.
Dinas Dikbud NTB membuat peta simulasi untuk distribusi dan pengaturan jadwal makan bergizi gratis. Sedangkan perangkat daerah lainnya memastikan pasokan suplai bahan baku untuk program makan bergizi gratis seperti Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Kelautan dan Perikanan.
Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan organisasi perangkat daerah (OPD) sudah diminta mengantisipasi lonjakan permintaan bahan baku komoditas pertanian, peternakan dan perikanan untuk program makan bergizi gratis.
Dia meminta OPD terkait untuk melakukan inovasi menambah produksi komoditas yang dibutuhkan untuk bahan baku program makan bergizi gratis.
Jangan sampai ketika program ini berjalan, terjadi lonjakan harga komoditas atau memicu terjadinya inflasi.
Karena menurut Gita, bahan baku untuk program makan bergizi gratis bukan hanya dibutuhkan di NTB, tetapi daerah lain juga pasti akan mencari bahan baku dari provinsi lainnya.
Gita meminta OPD terkait perlu mewaspadai jangan sampai komoditas yang dibutuhkan tersedot ke luar NTB. Sehingga dapat memicu terjadinya inflasi.
"Ini saya sudah minta dikaji dari awal tentang kemampuan produksi dan harus ada inovasi. Kemudian dalam rangka pemenuhan ini harus ada bagaimana intensifikasi dan ekstensifikasi produksi komoditi kita," tandas Gita.