Comscore Tracker

Ancam Segel RS Mandalika, Warga Minta Lahan Diganti

Lahan seluas 1,81 hektar di RS Mandalika bermasalah

Lombok Tengah, IDN Times - Ratusan warga Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melakukan aksi Demo di depan Rumah Sakit (RS) Mandalika Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (30/8/2021).

Warga sengaja menggelar aksi untuk menuntut janji Pemerintah Daerah terkait pengganti lahan lapangan sepak bola yang awalnya terletak di RS Mandalika Provinsi NTB.

1. Warga berjanji menyegel RS Mandalika

Ancam Segel RS Mandalika, Warga Minta Lahan DigantiWarga berniat segel RS Mandalika lantaran lahan sepakbola belum diganti Pemda IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki

Koordinator Aksi di Depan RS Mandalika Dita Putra mengatakan, warga di Desa Sengkol Lombok Tengah telah bosan dengan janji Pemerintah.

Ia mengaku, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berjanji akan mengganti lahan lapangan Sepak Bola di Desa Sengkol tersebut selama proses pembangunan RS Mandalika untuk event MotoGP Mandalika Lombok.

"Kamu bosan dengar janji terus dari pemerintah," kata Dita. Ia bersama warganya sengaja melakukan aksi untuk menyegel RS Mandalika. 

"Kami telah bosan dijanjikan. Kami akan menyegel RS Mandalika jika pemerintah tidak mengganti lahan sepak bola ini," ujarnya. 

Sebelumnya, menurut pengakuan Dita, warga di Desa Sengkol Lombok Tengah telah menghadap ke Wakil Bupati Nursiah.

Nursiah berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB terkait lahan yang telah dihibahkan untuk dijadikan tempat lapangan baru.

"Namun kami tidak percaya akan janji tersebut," kata Dita.

Baca Juga: Uniknya Tradisi Madak: "Siapa yang Berani Larang?"

2. RS Mandalika berdiri di atas tanah hibah lapangan warga

Ancam Segel RS Mandalika, Warga Minta Lahan DigantiRumah Sakit Mandalika/dok. Humas Pemprov NTB

Selain itu, Sekretaris Desa Sengkol, Nursan membeberkan awal mula pembangunan RS Mandalika. Kata Nursan, RS Mandalika dibangun di atas lahan hibah seluas 1,81 hektar.

Awalnya tanah 1,81 hektar tersebut milik nenek Moyang warga di Desa Sengkol Lombok Tengah.

"Tanah ini dari nenek moyang kita. Mulanya ada lapangan. Tapi, pada tahun 2017 lalu pemerintah meresmikan tanah menjadi milik aset daerah untuk oemeliharaan," kata Nursan.

Kemudian kata Nursan, pada tahun 2020 lalu, Pemerintah berencana membangun RS Mandalika untuk mendukung event Sirkuit MotoGP Mandalika. 

"Di sana sudah ada gejolak antara Pemda dan warga," kata Nursan.

3. Pengganti lahan belum jelas

Ancam Segel RS Mandalika, Warga Minta Lahan DigantiWarga minta lahan Sepak Bola di Desa Sengkol diganti IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki

Selain itu kata Nursan, sebelumnya Pemerintah berjanji sebelum pembangunan RS Mandalika bakal menyiapkan lahan pengganti.

"Jadi itu sudah disepakati oleh warga dan pemerintah. Boleh bangun rumah sakit asalkan ada penggantinya (lahan, red)," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah akan mengganti lahan tersebut pada APBD perubahan tahun 2020. Namun hingga kini, lahan seluas 1,8 hektar tak kunjung diganti.

Selain itu kata dia, menambahkan, bahwa pihaknya bersama warga telah menyepakati lokasi untuk lokasi pengganti lahan lapangan Sengkol tersebut di Dusun Vial dengan luas 1,5 Hektare. 

"Untuk harga pembebasan lahan pengganti sesuai dengan harga apraisal. Warga minta lokasinya di Desa Sengkol," jelasnya. 

4. Biaya pengganti lahan di RS Mandalika belum direalisasikan

Ancam Segel RS Mandalika, Warga Minta Lahan DigantiWarga Desa Sengkol demo di RS Mandalika minta lahan Desa diganti IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki

Sementara itu, Plt Kadis Dikpora Lombok Tengah Jalaludin mengatakan, persoalan lahan pengganti ini, Pemerintah Lombok Tengah dan warga memiliki harapan yang serupa agar lahan pembangunan RS Mandalika cepat diganti. 

Pada tahun 2020 kata Jalal, Pemerintah Daerah telah menganggarkan dana sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembebasan lahan pengganti lahan 1,81 Hektar di Ras Mandalika.

"Karena ada persoalan lokasi tidak direalisasikan. Dana itu menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)," katanya 

Namun, pada tahun tahun 2021, anggaran Rp 1,5 miliar dari pemerintah daerah tidak bisa direalisasikan akibat penanggulangan pandemi COVID-19 di Kabupaten Lombok Tengah.

"Karena pandemi COVID-19 dana itu menjadi kendala," katanya.

Terpisah, Camat Pujut, Lalu Sungkul menambahkan, bahwa setelah dilakukan diskusi bersama perwakilan warga. Pihaknya pun mengusulkan agar pengganti lahan Sepak Bola di Ras Mandalika di Dusun Vial Desa Dengkol.

"Kita minta waktu untuk membahas dan menyelesaikan persoalan itu. Kita akan upayakan untuk menyelesaikan persoalan ini," pungkasnya.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Masuk dalam Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2022

Topic:

  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya