Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Tradisi dan Adat Lombok yang Dapat Dijumpai oleh Wisatawan

1751110106210.jpg
Ritual mandian keris Suku Sasak di Pulau Lombok NTB, Sabtu (28/6/2025). (dok. Istimewa)

Pulau Lombok merupakan destinasi wisata yang kini semakin banyak dikunjungi wisatawan. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Lombok juga menyimpan keragaman budaya yang memukau. Semua kekayaan ini sayang untuk dilewatkan jika sedang berada di Pulau Seribu Masjid.

Selain panorama pantai dan gunungnya yang menawan, Lombok juga identik dengan tradisi masyarakat Suku Sasak. Tradisi-tradisi ini masih dijaga hingga sekarang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Banyak wisatawan yang justru datang untuk mengenal lebih dekat budaya lokal ini.

Keunikan budaya Suku Sasak dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakatnya. Mulai dari acara adat, ritual keagamaan, hingga kebiasaan sehari-hari yang sarat nilai. Setiap tradisi memiliki makna dan filosofi yang menarik untuk dipelajari.

Berikut ini adalah 10 budaya atau tradisi masyarakat Suku Sasak di Lombok yang mungkin ditemui ketika berkunjung. Beberapa di antaranya bahkan menjadi agenda rutin yang bisa disaksikan wisatawan. Penasaran apa saja? Yuk simak ulasan lengkapnya!

1. Begawe, merupakan pesta besar-besaran yang dilakukan di tengah masyarakat. Mengundang kerabat untuk makan masakan yang sudah disiapkan

Begawe Lombok (Foto: YouTube Ahyar Rozilawati)
Begawe Lombok (Foto: YouTube Ahyar Rozilawati)

2. Nyongkolan, merupakan adat untuk mengiringi kemantin laki-laki menuju rumah mertuanya. Biasanya diringi dengan musik Gendang Beleq

Nyongkolan di Lombok (dok.IDN Times)
Nyongkolan di Lombok (dok.IDN Times)

3.Nyunatang, merupakan prosesi khitanan anak laki-laki

Kru dan pembalap MXGP diarak pakai jaran kamput, kesenian khas Suku Sasak di Pulau Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kru dan pembalap MXGP diarak pakai jaran kamput, kesenian khas Suku Sasak di Pulau Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

4. Molang Maliq /Ngurisang, merupakan proses akikah anak yang baru lahir

Akikah Baby Niel, Anak Nia LIDA (instagram.com/lida2020.nia)
Akikah Baby Niel, Anak Nia LIDA (instagram.com/lida2020.nia)

5. Maulid Adat Bayan, merupakan prosesi adat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid dengan tradisi Bayan ini dilakukan bersama banyak orang

Prosesi dalam Maulid Adat Bayan di Lombok Utara (laluhusnulyakin.blogspot.com)
Prosesi dalam Maulid Adat Bayan di Lombok Utara (laluhusnulyakin.blogspot.com)

6. Ngayu-ayu, merupakan adat atau tradisi untuk mencerminkan rasa syukur atas panen yang melimpah. Tradisi ini dilakukan satu kali dalam tiga tahun di Desa Sembalun

Ngayu-ayu, ritual adat yang utama masyarakat Sembalun Bumbung (Antara NTB)
Ngayu-ayu, ritual adat yang utama masyarakat Sembalun Bumbung (Antara NTB)

7. Sorong Serah Aji Krame, merupakan tradisi yang biasa dilakukan dalam proses meminang calon pengantin perempuan. Umumnya dilakukan jika calon pengantin keturunan bangsawan

Sorong Serah Aji Krame (Foto: Majelis Adat Sasak)
Sorong Serah Aji Krame (Foto: Majelis Adat Sasak)

8. Mandiq Kemanten, merupakan tradisi memandikan calon kemantin yang akan menikah

Mandi Kemanten (Foto: Antaranews)
Mandi Kemanten (Foto: Antaranews)

9. Bau Nyale, merupakan tradisi untuk menangkap cacing laut yang disebut Nyale dan diyakini merupakan jelmaan Puteri Mandalika

Wisatawan asing ikut berburu cacing laut pada event bau nyale di Pantai Seger Mandalika, Jumat (29/2/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Wisatawan asing ikut berburu cacing laut pada event bau nyale di Pantai Seger Mandalika, Jumat (29/2/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir)

10. Merariq, merupakan proses membawa lari calon pengantin perempuan untuk kemudian dipinang dan dinikahkan

Menikah
Menikah (pexels.com/ Emma Bauso)

Itulah 10 tradisi di Pulau Lombok yang dapat disaksikan oleh wisatawan. Tradisi ini masih lestari hingga saat ini, karena masyarakat Suku Sasak masih tetap melakukannya.

Tradisi ini dianggap sebagai warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan oleh generasi penerus Suku Sasak. Wisatawan yang beruntung dapat menyaksikan momen-momen tradisi atau budaya itu saat berkunjung ke Lombok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Eddy Rusmanto
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest Life NTB

See More

5 Cara Menghentikan Pola Membandingkan Diri dengan Orang Lain

30 Nov 2025, 09:00 WIBLife