Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wakil CEO Bantah Format Baru MotoGP Korbankan Keselamatan Pembalap demi Hiburan

Kab. Lombok Tengah
2 min read
Wakil CEO Bantah Format Baru MotoGP Korbankan Keselamatan Pembalap demi Hiburan
Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Alex Marquez (kanan) terjatuh saat sesi Practice MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/Fikri Yusuf)
  • Wakil CEO MotoGP Carlos Ezpeleta membantah format 2027 mengorbankan keselamatan demi hiburan, karena jumlah time attack disebut tidak bertambah dan tekanan pembalap tetap sama.

  • Ezpeleta menyatakan pembatasan ban saat kualifikasi membuat pembalap perlu lebih berhati-hati untuk menghindari kesalahan, sebagai respons atas kekhawatiran risiko cedera.

  • MotoGP mengakui komunikasi soal perubahan format, batas ban, dan time attack perlu diperbaiki; penyelenggara membuka dialog melalui pertemuan Jumat serta Komisi Keselamatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Wakil CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menolak anggapan bahwa format baru MotoGP 2027 mengorbankan keselamatan pembalap demi hiburan. Ia mengatakan perubahan jadwal tidak menambah jumlah time attack.

Menurut Ezpeleta, format baru juga memuat pembatasan jumlah ban yang bisa digunakan saat kualifikasi. Ia mengakui penjelasan tentang perubahan itu mungkin perlu dikomunikasikan dengan lebih baik.

  1. 1. Jumlah time attack disebut tidak bertambah

    Pembalap MotoGP, Luca Marini pada sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)
    Pembalap MotoGP, Luca Marini pada sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

    Ezpeleta mengatakan jumlah time attack dalam format baru tidak bertambah. Menurutnya, kondisi itu membuat tingkat tekanan yang dialami pembalap tetap sama.

    Ia merujuk pada konfirmasi Michelin bahwa 80 persen pembalap melakukan dua kali time attack pada Jumat sore. Ezpeleta juga menyebut 12 pembalap menjalani dua kali time attack di Q1, lalu dua pembalap teratas melanjutkan dua kali time attack di Q2.

    “Jumlah time attack tidak bertambah, yang berarti tingkat tekanan yang mereka alami sama. Sesi Jumat pagi sepenuhnya bebas,” kata Ezpeleta.

  2. 2. Pembatasan ban dikaitkan dengan upaya menghindari kesalahan

    Pembalap MotoGP, Maverick Vinales saat sesi Practice di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)
    Pembalap MotoGP, Maverick Vinales saat sesi Practice di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

    Ezpeleta menyebut adanya pembatasan jumlah ban yang dapat digunakan pembalap saat kualifikasi. Menurutnya, pembalap harus lebih berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan.

    Pembatasan ban menjadi bagian dari penjelasannya saat menanggapi kekhawatiran tentang risiko cedera. Ia juga menyebut cedera sebagai bagian tak terpisahkan dari olahraga ini, baik di dalam maupun di luar paddock.

    “Ketika jumlah ban dibatasi, pembalap justru harus menekan lebih sedikit untuk menghindari kesalahan. Cedera adalah bagian tak terpisahkan dari olahraga ini, baik di dalam maupun di luar paddock,” ujarnya.

  3. 3. Membuka dialog dan mengakui komunikasi perlu diperbaiki

    Wakil CEO Dorna Sports, Carlos Ezpeleta. (IDN Times/Linggauni)
    Wakil CEO Dorna Sports, Carlos Ezpeleta. (IDN Times/Linggauni)

    Ezpeleta menilai anggapan bahwa keselamatan dikorbankan muncul dari persoalan komunikasi. Ia mengatakan MotoGP mungkin perlu menjelaskan pembatasan ban dan time attack dengan lebih baik.

    Ia menyebut pintu penyelenggara terbuka bagi pembalap setiap Jumat sore dan mendorong tim-tim berbicara dengan pembalap mereka. Ezpeleta juga menunjuk Komisi Keselamatan sebagai tempat mendiskusikan perubahan yang ingin dilakukan.

    “Itu hanya persepsi dari sisi komunikasi. Kami mungkin perlu melakukan tugas komunikasi yang lebih baik agar semua pihak memahami batasan ban dan time attack. Kami sama sekali tidak merasa mengorbankan keselamatan pembalap,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More