Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alex Rins Kritik Performa Motor Yamaha di Mandalika

Kab. Lombok Tengah
2 min read
Alex Rins Kritik Performa Motor Yamaha di Mandalika
Pembalap MotoGP, Alex Rins. (IDN Times/Linggauni)
  • Alex Rins mengkritik performa Yamaha usai MotoGP Indonesia di Mandalika, karena engine brake, kontrol traksi tidak konsisten, dan ban mengalami panas berlebih sejak putaran pertama.
  • Rins merasa motor saat balapan utama jauh lebih buruk dibanding Jumat dan Sabtu. Meski lintasan berubah, ia menilai perubahan tersebut tidak berdampak sama bagi semua pembalap.
  • Rins mengikuti saran tim untuk tidak memakai ban soft dan finis ke-15, tertinggal 31,662 detik. Ia menyebut kesulitan Yamaha sudah berlangsung sejak balapan pertama musim ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Alex Rins mengkritik performa motor Yamaha selepas balapan MotoGP Indonesia di Mandalika, Minggu (11/10/2026). Ia mengaku merasakan masalah sejak putaran pertama.

Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Team itu mengeluhkan engine brake dan kontrol traksi yang tidak konsisten. Ia juga menyebut ban mengalami panas berlebih selama balapan.

Rins semula ingin menggunakan ban soft, tetapi tim menyarankan agar ia tidak mengambil pilihan itu. Saat ditanya apakah menyesal, ia justru menyoroti motor yang digunakan.

“Yang saya sesali adalah motor yang kami miliki,” kata Rins.

  1. 1. Performa motor berbeda dibanding Jumat dan Sabtu

    antarafoto-sesi-latihan-bebas-1-motogp-mandalika-2026-1791715324.jpg
    Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin (kanan), pembalap Red Bull KTM Factory Racing Pedro Acosta (tengah) dan pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Alex Rins (kiri) memacu kecepatan sepeda motornya saat mengikuti sesi Free Practice 1 MotoGP Mandalika 2026. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

    Rins merasa motornya berbeda saat balapan utama. Ia menyebut sensasinya lebih buruk dibandingkan dengan Jumat dan Sabtu.

    Ia mengakui kondisi lintasan dapat berubah sepanjang akhir pekan. Namun, menurutnya, perubahan itu tidak berdampak sama kepada setiap pembalap.

    Rins menegaskan masalah sudah terasa sejak putaran pertama. Ia menyebut sensasi berkendara yang buruk itu berlangsung sepanjang balapan.

    “Mengenai balapan, perasaan saya sangat buruk. Tidak sama seperti Jumat atau Sabtu,” ujar Rins.

  2. 2. Ingin memakai ban soft tetapi mengikuti saran tim

    Pembalap MotoGP, Alex Rins. (IDN Times/Linggauni)
    Pembalap MotoGP, Alex Rins. (IDN Times/Linggauni)

    Rins cukup yakin untuk menggunakan ban soft pada balapan utama. Keyakinan itu semakin kuat setelah sesi pemanasan.

    Tim kemudian sangat menyarankan agar ia tidak menggunakan ban soft. Rins menegaskan tidak menyesali keputusan soal ban dan mengingatkan bahwa mereka merupakan satu tim.

    Seluruh pembalap menggunakan ban depan soft dan ban belakang medium. Rins finis di posisi ke-15 dengan selisih 31,662 detik dari pemenang.

    “Saya cukup yakin untuk menggunakan ban soft, bahkan lebih yakin setelah sesi pemanasan. Namun, tim sangat, sangat, sangat menyarankan saya untuk tidak menggunakannya,” kata Rins.

  3. 3. Kesulitan Yamaha sudah terasa sejak awal musim

    WhatsApp Image 2026-10-11 at 17.20.58ccc.jpeg
    Hero Walk di Sirkuit Pertamina Mandalika, Minggu (11/10/2026). (IDN Times/Linggauni)

    Rins menilai kesulitan Yamaha sudah berlangsung sejak awal musim. Ia menyebut masalah itu telah dirasakan sejak balapan pertama.

    Ia juga menanggapi pertanyaan tentang kesulitan dua pabrikan Jepang pada rangkaian balapan Asia. Rins mengatakan kondisi Yamaha masih sama seperti sebelumnya.

    Menurut Rins, Honda tampak mengalami kesulitan lebih besar di Mandalika dibandingkan dengan balapan di tempat lain. Sementara itu, ia menyebut Yamaha terus menghadapi kesulitan yang sama.

    “Kami kesulitan sejak awal. Kami benar-benar kesulitan sejak balapan pertama,” ujar Rins.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More