Yang Penting Gak Jatuh di Mandalika, Marc Marquez Rela Disalip Rivalnya

Marc Marquez mengurangi risiko pada balapan utama MotoGP Mandalika 2026 setelah performa ban belakang menurun, lalu finis keenam usai diprediksi disalip Pedro Acosta dan Ai Ogura.
Di Tikungan 10, Marquez sengaja mengalah karena kurang percaya diri mengerem lebih akhir saat lawan lebih cepat; ia memilih menjaga kecepatan konstan hingga finis.
Jorge Martin kembali memimpin klasemen, tetapi selisih dengan Marquez tetap dua poin. Marquez menilai akhir pekannya tetap positif meski kehilangan tiga poin dari Marco Bezzecchi.
Lombok Tengah, IDN Times - Marc Marquez memilih mengurangi risiko ketika kecepatannya menurun pada balapan utama MotoGP Mandalika 2026, Minggu (11/10/2026). Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengaku sengaja sedikit mengalah di Tikungan 10.
Marquez menjelaskan bahwa ban belakangnya mengalami penurunan performa yang besar. Saat balapan menyisakan 12 putaran, ia sudah memperkirakan Pedro Acosta dan Ai Ogura akan melewatinya.
Ia akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keenam, sementara Jorge Martin kembali merebut puncak klasemen. Meski demikian, selisih keduanya tetap dua poin, sama seperti sebelum akhir pekan di Mandalika.
“Hari ini saya merasa ada lebih banyak yang bisa hilang daripada yang bisa didapat,” ujar Marquez dalam wawancara usai balapan di Mandalika, Minggu (11/10/2026).
1. Ban belakang mengalami penurunan performa

Pembalap MotoGP, Marc Marquez pada sesi Practice di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni) Marquez membantah mengalami masalah suhu ban depan. Menurutnya, kendala utama justru datang dari ban belakang.
Penurunan performa motor menjadi persoalan terutama pada paruh kedua balapan. Marquez pun berusaha menjaga kecepatan tetap konstan hingga finis.
Ia mengaku sempat mampu menyamai kecepatan Martin pada beberapa putaran. Namun, kemampuan itu tidak bertahan sepanjang balapan yang berlangsung 27 putaran.
“Saya merasa pada beberapa putaran bisa mempertahankan kecepatan yang kurang lebih sama dengan Martin, tetapi untuk sepuluh putaran, seperti kemarin di Sprint, bukan untuk 27 putaran,” ungkapnya.
2. Mengalah di Tikungan 10 untuk mengurangi risiko

Pembalap MotoGP, Marc Marquez. (IDN Times/Linggauni) Keputusan sedikit mengalah di Tikungan 10 menjadi bagian dari strategi Marquez. Ia memilih tidak menambah risiko ketika merasa lawan memiliki kecepatan lebih baik.
Marquez mengaku kurang percaya diri untuk melakukan pengereman lebih akhir saat balapan. Padahal, ia mampu melakukannya pada sejumlah putaran latihan.
Selain Acosta dan Ogura, ia memperkirakan Fabio Di Giannantonio juga berpeluang melewatinya. Namun, menurut Marquez, Di Giannantonio akhirnya mengendurkan perlawanan.
“Memang benar, di Tikungan 10 saya sedikit mengalah, tetapi itu strategi saya. Tidak mengambil risiko,” katanya.
3. Tetap puas dengan hasil akhir

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez bersiap sebelum mengikuti balapan Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/10/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf) Kehilangan puncak klasemen tidak membuat Marquez menilai akhir pekannya gagal. Ia merasa timnya berhasil menjaga konsistensi sepanjang rangkaian balapan.
Marquez menilai hanya kehilangan tiga poin terhadap Marco Bezzecchi sepanjang akhir pekan sudah menjadi hasil yang baik. Ia juga menyebut raihan poinnya setara dengan Martin.
Ia mengaku masih perlu mengubah cara berkendara dan menyesuaikan diri dengan banyak hal. Menerima kenyataan ketika pembalap lain lebih cepat juga menjadi bagian dari pelajarannya.
“Namun, pembalap lain lebih cepat daripada saya. Kadang-kadang kamu harus menerimanya,” tuturnya.





















