Fun Fact: Format Baru MotoGP 2027 Ternyata Berawal dari Usulan Tim

- Perubahan format MotoGP 2027 berawal dari usulan tim dan pabrikan di Misano, yang meminta pengurangan waktu lintasan dalam era regulasi baru.
- Pemisahan grid dirancang memberi pembalap dua kesempatan, mengurangi tekanan lolos Q2 pada Jumat sore, serta membuat rangkaian balapan lebih menarik bagi penggemar.
- Carlos Ezpeleta menilai rookie tetap memiliki peluang setara pada 2027 karena performa mereka kompetitif dalam beberapa tahun terakhir dan tersedia hari shakedown.
Lombok Tengah, IDN Times - Wakil CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, mengatakan perubahan format MotoGP 2027 berawal dari usulan tim-tim. Ia menyebut pembahasan jadwal itu muncul setelah pabrikan meminta pengurangan waktu di lintasan.
Menurut Ezpeleta, pemisahan grid memberi pembalap dua kesempatan sekaligus mengurangi beban pada Jumat sore. Perubahan format juga ditujukan agar rangkaian akhir pekan balapan lebih mudah dipahami penggemar.
1. Tim mengajukan perubahan jadwal di Misano

Pembalap MotoGP, Luca Marini pada sesi Practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni) Ezpeleta mengatakan tim-tim mendekati penyelenggara di Misano untuk membahas perubahan jadwal. Pembicaraan itu berlangsung dalam konteks regulasi baru dan babak baru MotoGP pada 2027.
Menurutnya, permintaan pabrikan untuk mengurangi waktu lintasan membuka pembahasan tentang kesesuaian format yang berlaku. Sejumlah proposal kemudian dikembangkan dengan tujuan mempertahankan tingkat risiko sekaligus memberikan hasil yang lebih baik bagi penggemar dan media.
“Kami didekati oleh tim-tim di Misano untuk mengubah jadwal. Sebagai konteks, di bawah regulasi baru tahun 2027 dan babak baru MotoGP, para pabrikan telah meminta sejumlah perubahan yang bertujuan untuk mengurangi jumlah waktu lintasan (track time),” kata Ezpeleta.2. Grid terpisah memberi pembalap dua kesempatan

Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo saat sesi Practice di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Linggauni)
Ezpeleta menjelaskan adanya perasaan di paddock bahwa kegagalan masuk Q2 pada Jumat sore bisa mengancam keseluruhan akhir pekan pembalap. Pemisahan grid dimaksudkan untuk memberi mereka dua kesempatan.
Ia menilai cara itu dapat mengurangi beban stres berlebih pada Jumat sore. Menurutnya, grid yang berbeda juga memberi daya tarik bagi penggemar pada Sabtu dan Minggu.
“Ini lahir dari tim-tim. Ada perasaan di paddock bahwa jika seorang pembalap tidak masuk ke Q2 pada Jumat sore, akhir pekan mereka rasanya sudah terancam. Jadi, memisahkan grid memberi mereka dua kesempatan tanpa beban stres berlebih pada Jumat sore,” ujarnya.3. Rookie dinilai tetap memiliki kesempatan

Potret Veda Ega. (Dok. Red Bull). Ezpeleta menyinggung performa pembalap pendatang baru atau rookie yang menurutnya sangat kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Ia tidak melihat mereka akan dirugikan pada musim depan.
Menurutnya, para rookie berada dalam kondisi yang seimbang. Ia mengaitkan penilaian itu dengan adanya hari-hari shakedown.
“Jika melihat beberapa tahun terakhir, para pembalap pendatang baru (rookie) sangat kompetitif. Untuk tahun depan, mereka berada dalam kondisi yang seimbang karena ada hari-hari shakedown, jadi saya tidak melihat rookie akan dirugikan,” katanya.





















