Pecco Bagnaia Kurangi Kemiringan Motor agar Lebih Cepat di Mandalika

- Francesco Bagnaia membawa bekal dari Jepang yang membuatnya lebih nyaman saat pengereman di Mandalika, sehingga mampu menjalani lebih banyak lap beruntun dan meningkatkan kepercayaan diri.
- Sesi practice sore terasa rumit karena Bagnaia harus berganti antara dua motor dengan setelan berbeda, sambil masih kerap kehilangan cengkeraman pada bagian depan.
- Bagnaia kehilangan waktu di sektor 2 dan 4, lalu mencoba mengurangi kemiringan motor serta menyesuaikan gaya berkendara dan setelan demi mengejar peningkatan performa.
Lombok Tengah, IDN Times - Kepercayaan diri Francesco (Pecco) Bagnaia tumbuh ketika ia merasa lebih nyaman memasuki pengereman di Mandalika. Namun, sore yang ia jalani belum sepenuhnya mudah karena harus berganti di antara dua motor dengan setelan berbeda.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu membawa pemahaman dari balapan di Jepang ke sesi practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). Ia bisa menjalani lebih banyak lap beruntun, meski masih cukup sering kehilangan cengkeraman di bagian depan.
Pecco kehilangan terlalu banyak waktu di sektor 2 serta sektor 4. Ia mencari jalan melalui perubahan kecil pada gaya berkendara, termasuk mengurangi sudut kemiringan motor.
“Saya senang dengan pekerjaan yang telah diselesaikan, saya pikir kami melakukan pekerjaan yang bagus,” ujarnya usai sesi Practice, Jumat (9/10/2026).
1. Bekal dari Jepang menumbuhkan rasa percaya diri

Pembalap MotoGP, Francesco Bagnaia saat Free Practice 1 MotoGP Mandalika. (IDN Times/Linggauni) Pecco mengatakan bahwa timnya biasanya cukup kesulitan ketika tampil di Mandalika. Karena itu, ia semula tidak menduga bisa merasakan perkembangan seperti pada sesi Practice.
Pemahaman yang didapat dari balapan di Jepang membantu Pecco merasa lebih baik saat memasuki pengereman. Perasaan itu memungkinkan dirinya melakukan lebih banyak lap secara beruntun.
Bagi Pecco, lap-lap itu membantu membangun kepercayaan diri di atas motor. Ia menilai pekerjaan tim pada hari Jumat sudah berjalan baik, meski masih ada hal yang perlu ditingkatkan.
“Jadi saya bisa melakukan lebih banyak putaran secara berturut-turut dan itu membantu saya untuk menemukan lebih banyak kepercayaan diri dan itu bagus,” ujarnya.2. Dua motor membuat sesi sore terasa rumit

Pecco Bagnaia ; www.naikmotor.com Kesulitan muncul ketika Pecco harus berpindah di antara dua motor sepanjang sore. Setelan keduanya berbeda, sehingga pergantian itu tidak mudah baginya.
Pecco juga cukup sering kehilangan cengkeraman di bagian depan. Ia menyebut ada persoalan yang menjadi penyebabnya, tetapi belum bersedia menjelaskan lebih jauh.
Pecco memperkirakan masalah itu akan beres pada sesi berikutnya. Di tengah kendala yang dihadapi, ia tetap merasa senang dengan pekerjaan yang dilakukan bersama tim.
“Jadi, mari kita lanjutkan seperti ini,” ujarnya optimistis.3. Mengurangi kemiringan motor, membenahi sektor 2 dan 4
Para pembalap pada sesi kualifikasi MotoGP di Sirkuit Mandalika, Sabtu (4/10/2025). (IDN Times/Linggauni) Sektor 2 dan 4 masih menjadi bagian yang membuat Pecco kehilangan terlalu banyak waktu. Ia mengakui potensinya saat ini belum cukup untuk mengejar Aprilia.
Pecco melihat perkembangan kecil ketika mengurangi sudut kemiringan atau lean angle motor. Ia menilai perubahan kecil pada motor berpotensi membawa perbedaan yang lebih besar.
Pecco ingin melanjutkan perubahan pada gaya berkendara dan mencoba penyesuaian setelan motor. Ia berharap pekerjaan itu membuat penampilannya pada sesi berikutnya lebih baik.
“Aprilia saat ini terlalu jauh, tetapi kami masih punya beberapa ruang (margin) untuk ditingkatkan,” ujarnya.






















