Ban Medium Lebih Nyaman, Raul Fernandez Puas dengan Pace di Mandalika

Raul Fernandez puas dengan ritme balapnya pada practice MotoGP Mandalika 2026; ban medium memberinya kenyamanan lebih dan catatan waktu cukup untuk langsung lolos ke Q2.
Fernandez menilai Mandalika cocok untuk Aprilia berkat stabilitas motor, pelepasan rem, dan kecepatan tikungan. Namun, ia bersama tim masih perlu memahami kekurangan di sektor pertama.
Tanpa tekanan persaingan kejuaraan, Fernandez fokus memaksimalkan peluang dan membalas kerja Trackhouse. Ia menekankan pentingnya tetap tenang serta terus meningkatkan performa di lintasan.
Lombok Tengah, IDN Times - Raul Fernandez menyoroti kuatnya pace atau ritme balap setelah sesi practice MotoGP Mandalika 2026, Jumat (9/10/2026). Pembalap Trackhouse yang menunggangi Aprilia itu merasa lebih nyaman dengan ban medium, meski tidak lebih cepat dibandingkan saat memakai ban soft.
Ia juga merasakan stabilitas motor yang sangat baik dan kemudahan saat melepas rem. Kecepatan di tikungan lebih mudah ia jaga dibandingkan saat tampil di Motegi.
Meski menilai Mandalika sangat cocok untuk Aprilia, Fernandez masih melihat ruang perbaikan di sektor pertama. Ia ingin memanfaatkan peluang akhir pekan ini sambil menjaga fokus dan tetap tenang.
“Saya sangat senang dengan pace (ritme balapnya). Ritme yang saya buat sangat kuat,” ujarnya setelah sesi Practice pada Jumat (9/10/2026).
1. Ban medium memberi kenyamanan

Pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team Raul Fernandez memacu kecepatan sepeda motornya saat mengikuti sesi Practice MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/Ahmad Subaidi) Kepuasan Fernandez pada sesi Jumat bertumpu pada ritme balap yang ia bangun. Ia tidak menjadikan rekor satu putaran sebagai alasan utama untuk merasa senang.
Saat memakai ban medium, Fernandez merasa lebih nyaman dibandingkan dengan ban soft. Namun, ia menegaskan rasa nyaman itu tidak disertai kecepatan yang lebih tinggi daripada saat menggunakan ban soft.
Fernandez juga menyebut catatan waktu yang dibuatnya dengan ban medium cukup untuk langsung masuk Q2. Baginya, rasa nyaman itu menjadi hal paling menyenangkan dari sesi latihan.
“Kita melihat bahwa dengan ban medium saya bahkan merasa lebih senang. Saya tidak lebih cepat daripada saat memakai ban soft, tetapi saya merasa lebih nyaman, dan bagi saya itu adalah hal yang paling menyenangkan hari ini,” ujarnya.
2. Tikungan cepat cocok untuk Aprilia, sektor pertama masih perlu dibenahi
Raul Fernandez pada sesi kualifikasi MotoGP di Sirkuit Mandalika, Sabtu (4/10/2025). (IDN Times/Linggauni) Fernandez menilai tikungan cepat dan alur lintasan yang mengalir membuat Mandalika ideal untuk Aprilia. Ketika diminta menyebut lintasan tersisa yang paling tidak cocok untuk motornya, ia menunjuk Sepang.
Fernandez merasakan stabilitas yang sangat baik dan bisa melepas rem dengan mudah. Ia juga merasa lebih mudah mempertahankan kecepatan di tikungan dibandingkan saat tampil di Motegi.
Namun, sektor pertama masih menyisakan hal yang perlu dipahami oleh Fernandez dan timnya. Ia menilai tim pabrikan Aprilia memiliki sedikit keunggulan di sektor itu.
“Di sektor pertama masih ada sesuatu yang perlu kami pahami, karena pabrikan utama Aprilia (Aprilia Factory) memiliki sedikit lebih banyak dari kami. Namun, tidak ada bagian di mana saya merasa tidak nyaman,” ujarnya.
3. Tanpa tekanan kejuaraan, tetap menjaga fokus

Pembalap MotoGP, Raul Fernandez usai Sprint Race di Sirkuit Mandalika. (IDN Times/Linggauni) Fernandez merasa memiliki peluang yang baik di Mandalika tanpa harus memikirkan persaingan kejuaraan. Ia ingin menikmati akhir pekan dan memusatkan perhatian pada penampilannya sendiri.
Fernandez mengingat pengalaman tahun lalu ketika mulai melihat peluang untuk bertarung memperebutkan podium. Ia merasa kompetitif pada waktu itu, meski mengaku belum berada dalam kondisi 100 persen.
Fernandez juga mengapresiasi pekerjaan Trackhouse dan ingin membalas dukungan tim melalui penampilannya. Namun, ia mengingatkan bahwa perasaan yang sangat baik harus diikuti fokus mental, sikap tenang, dan peningkatan performa setiap kali turun ke lintasan.
“Kita harus tetap tenang dan mencoba meningkatkan performa setiap kali berada di trek. Jika tidak, akan sulit untuk bisa memenangkan balapan,” ujarnya.





















