Balik ke Turki, Toprak Berharap Tak Perlu Operasi usai Gagal Finis di Mandalika

Toprak Razgatlioglu gagal finis di MotoGP Indonesia Mandalika setelah berhenti pada putaran kedelapan akibat kondisi bahu yang memburuk.
Dislokasi bahu usai kecelakaan latihan membuatnya kehilangan tenaga saat mengerem dan berganti arah, meski tetap mencoba balapan dengan dukungan tim.
Toprak akan menjalani pemeriksaan MRI di Turki, berharap pemulihan melalui istirahat cukup sehingga tidak perlu menjalani operasi.
Lombok Tengah, IDN Times - Toprak Razgatlioglu gagal menyelesaikan balapan MotoGP Indonesia di Mandalika, Minggu (11/10/2026). Pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP itu berhenti pada putaran kedelapan karena kondisi bahunya.
Dalam wawancara setelah balapan, Toprak menjelaskan bahwa keluhan utamanya adalah hilangnya tenaga pada bahu. Ia kesulitan mengerem dan mengubah arah motor ketika kondisinya semakin memburuk.
Toprak berencana kembali ke Turki untuk menjalani pemeriksaan MRI. Ia berharap istirahat cukup untuk memulihkan kondisinya agar tidak perlu menjalani operasi.
“Ketika saya menggerakkan bahu sedikit, rasanya seperti sudah lepas lagi,” kata Toprak.
1. Bahu kehilangan tenaga saat mengerem dan berganti arah

Pembalap MotoGP, Toprak Razgatlioglu crash di tikungan 13 saat FP2 MotoGP Mandalika. (Screenshoot MGP TV) Toprak mengalami dislokasi bahu setelah terjatuh pada sesi latihan bebas, Sabtu (10/10/2026). Ia kemudian kembali ke lintasan untuk mengikuti kualifikasi dan Sprint.
Pada Minggu pagi, ia merasakan nyeri yang lebih besar dan gerakan bahu semakin terbatas. Meski sudah meminum obat pereda nyeri, ia menyebut hilangnya tenaga sebagai kendala utama saat mengerem.
Pergantian arah di Tikungan 7–8 dan 13–14 terasa semakin sulit setiap putaran. Banyaknya tikungan kanan juga menyulitkannya karena bahu tidak memiliki cukup tenaga.
“Saya tidak merasakan tenaga, terutama saat mengerem,” ujar Toprak.
2. Tetap mencoba balapan dengan dukungan tim

Sejumlah pembalap memacu kecepatan sepeda motornya saat balapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf Toprak sudah mendiskusikan kondisinya dengan tim sebelum balapan. Tim memberinya pilihan untuk kembali ke garasi atau tidak ikut balapan jika ia merasa kondisinya buruk.
Toprak tetap ingin mencoba selama masih mampu mengendarai motor. Ia menegaskan akan kembali ke garasi jika merasa kondisinya sangat buruk.
Ia menghargai tim yang mempercayainya dan terus bekerja menyiapkan motor. Toprak menyebut usaha di lintasan sebagai bagian dari kerja bersama untuk memperbaiki performa di sejumlah sektor.
“Saya tidak pernah menyerah,” kata Toprak.
3. Berencana menjalani MRI di Turki

Pembalap MotoGP, Toprak Razgatlıoğlu. (IDN Times/Muhammad Nasir) Toprak mengatakan akan kembali ke Turki setelah akhir pekan balapan di Mandalika. Ia berencana segera menjalani MRI untuk memeriksa kondisi bahunya.
Toprak berharap tidak perlu menjalani operasi. Ia ingin memanfaatkan jeda antarbalapan untuk beristirahat dan memulihkan bahunya.
Ia berharap bisa kembali lebih kuat pada balapan berikutnya. Namun, untuk saat ini, ia mengatakan perlu beristirahat terlebih dahulu sambil melihat perkembangan kondisinya.
“Saya berharap tidak perlu menjalani operasi. Saya berharap istirahat cukup untuk balapan berikutnya,” ujar Toprak.




















